Olahraga Editor : Danar Widiyanto Selasa, 11 Desember 2018 / 19:20 WIB

Pelatih PSIM Kecewa Wasit, PS Tira Pilih Serahkan ke Operator Kompetisi

BANTUL, KRJOGJA.com - Keputusan wasit Maulana Nugraha asal Kabupaten Semarang dinilai berat sebelah saat laga Piala Indonesia, PS Tira menhadapi PSIM Selasa (11/12/2018) petang. Ribuan suporter PSIM pun memasuki lapangan lantaran kecewa atas kepemimpinan wasit tersebut. 

Baca Juga: Laga Ricuh Karena Hal Ini

Pelatih PSIM Bona Simanjuntak tak bisa menutupi rasa kecewa saat bertemu wartawan di sesi konferensi pers usai laga dinyatakan terhenti menit 80. Menurut dia, wasit membuat laga yang sebenarnya berjalan dengan menarik menjadi tak kondusif. 

“Permainan anak-anak tadi cukup bagus meski kami tertinggal dua gol. Kami baru sebentar berkumpul dan mungkin belum waktu. Keputusan wasit memang kurang baik, ada handsball di kotak penalti untuk kami tapi tak ditiup. Kemudian posisi pemain lawan offside saat gol kedua. Kami dirugikan hari ini,” tandas Bona. 

Baca Juga: Laga PS Tira dan PSIM Terpaksa Dihentikan

Sementara di sisi lain, asisten pelatih PS Tira Maruzar Nasution mengaku timnya tak ingin terjadi kondisi chaos seperti petang hari tadi. “Kami tak ingin situasi seperti ini, kami ingin berjalan mulus, aturan berjalan. Tapi massa seperti ini kami tak bisa hindari,” ungkapnya. 

Maruzar menilai pertandingan melawan PSIM berjalan berimbang, di mana PSIM bermain bagus. Tira enggan menanggapi keputusan wasit yang dinilai berat sebelah oleh tim PSIM. 

“Keputusan wasit itu relatif, semua orang bisa memberikan penilaian. Ada wasit dan hakim garis juga, kami berpedoman pada itu saja. Ada aturan yang mengaturnya. Kalau memang tidak puas bisa mengajukan keberatan karena ada aturan yang berlaku,” tandasnya. (Fxh)