DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 11 Desember 2018 / 19:32 WIB

Revolusi Industri 4.0, Cirinya Adalah Disruptif

SLEMAN, KRJOGJA.com - Banyak perubahan di Era revolusi industri 4.0 saat ini. Tentu salah satunya karena didukung perkembangan teknologi yang sangat pesat. Bahkan dari harganya-pun juga sangat murah meski menjadi teknologi terbaru dan kualitas yang bagus.

"Itu semua karena adanya inovasi dimana-mana. Banyak temuan berbasis teknologi yang tumbuh sekarang ini," ujar A Tony Prasetiantono PhD dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pada Seminar Ilmiah Dosen dalam rangka Dies Natalis ke-63 Universitas Sanata Dharma (USD) di Kampus III USD Paingan Depok Sleman, Selasa (11/12/2018).

Namun, era yang sangat advance ini memiliki ciri disruptif atau dapat mengganggu kenyamanan eksistensi dari pemain yang sudah ada. Contohnya adalah kehadiran sistem ojek online yang dirasa mengganggu ojek konvensional. Atau finansial teknologi juga dapat mengusik bank konvensional.

Di sisi lain, revolusi industri 4.0 juga berpengaruh pada dunia surat kabar. "Salah satu koran nasional di Indonesia dulu halamannya banyak, tapi sekarang tinggal sedikit saja jumlah halamannya. Atau dulu banyak industri yang memakai tenaga kerja, tapi sekarang sudah diganti dengan sistem robot," imbuhnya.

Sementara narasumber kedua, Drs L Bambang Harnoto MSi (Dosen Prodi Ekonomi USD) menyatakan, kapasitas Iptek bangsa Indonesia hingga kini masih berada di kelas 3. Dimana 75 persen kebutuhan teknologinya masih berasal dari impor. Padahal bangsa bisa dikatakan maju jika kapasitas Iptek-nya mencapai kelas 1 atau lebih dari 75 persen kebutuhan Iptek berasal dari karya bangsanya sendiri. (Adk)