Olahraga Editor : Danar Widiyanto Senin, 10 Desember 2018 / 20:10 WIB

Jatim Juara Umum Kejurnas Gulat U23

GROBOGAN, KRJOGJA.com - Kontingen gulat Jatim akhirnya keluar sebagai juara umum dalam Kejurnas Gulat U23 di GOR Simpanglima Purwodadi Grobogan, dengan memperoleh 9 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Peringkat kedua ditempati Katim yang meraup 8 emas, 3 perak dan 6 perunggu. Pada hari pertama dan kedua, kontingen Kaltim sempat bercokol di puncak klasemen sementara.

Selanjutnya, kontingen Jabar bercokol di peringkat ketiga dengan 2 emas, 4 perak dan 6 perunggu, peringkat keempat ditempati Kalsel dengan raihan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, Banten menduduki peringkat kelima dengan mendulang 1 emas dan 2 perunggu dan kontingen tuan rumah Jateng berada di urutan keenam dengan meraih 2 perak dan 3 perunggu.

Penyerahan piala juara umum dilakukan oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni kepada kontingen Jatim. Dalam kesempatan itu bupati mengaku puas karena even kejurnas gulat yang berlangsung sejak 6 Desember 2018 bisa berjalan lancar. “Terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan semua pihak sehingga kejurnas gulat yang kali pertama dilaksanakan di Kota Purwodadi bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, even Kejurnas  Gulat Senior U23 tidak boleh dianggap remeh karena dari sinilah nanti akan muncul pegulat hebat yang bakal beprestasi di level dunia.  Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan HM Sumarsono menjelaskan, kejurnas diikuti 215 atlet dari 20 Provinsi. Selain prestasi, even kejurnas juga untuk menggali potensi atlet dari berbagai daerah, khususnya atlet yang usianya masih di bawah 25 tahun. Hal itu dilakukan sebagai upaya persiapan awal dalam menghadapi even Asian Games 2020.

“Para atlet muda yang muncul dalam kejurnas nantinya akan kita bina sehingga diharapkan bisa diandalkan untuk mengikuti Asian Games 2020,” harapnya. Pihaknya merasa bangga karena daerahnya ditunjuk menjadi tuan rumah Kejurnas Gulat senior U23. Secara tidak langsung, dengan adanya even ini bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat. Disisi lain juga berdampak pada sektor perhotelan, pariwisata dan peningkatan perekonomian masyarakat Grobogan. (Tas)