Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 10 Desember 2018 / 10:54 WIB

10 Tim Menjuarai CIMB 3D Conquest In Country Hackathon – Indonesia

JAKARTA, KRJOGJA.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengumumkan 10 tim terbaik yang berhasil menjuarai CIMB 3D Conquest In Country Hackathon – Indonesia untuk kategori Data Science dan Financial Technology (FinTech) di Jakarta, Jumat-Sabtu (7-8/12/2018). 

Kompetisi ini merupakan bagian dari tahapan CIMB 3D Conquest yang digelar CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) bagi mahasiswa di kawasan ASEAN yang memiliki talenta dan inovasi teknologi untuk memberikan solusi tantangan dunia perbankan di revolusi industri keempat.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, CIMB 3D Conquest merupakan bagian dari upaya CIMB Group untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa di ASEAN, termasuk Indonesia, menunjukkan keahlian serta bakatnya, khususnya di bidang Digital, Data dan Disrupsi atau 3D. 

Kompetisi digelar dalam tiga kategori yaitu, pertama, Data Science, yang menantang mahasiswa untuk mengembangkan model prediktif dan kerangka segmentasi guna meningkatkan pendapatan dan laba. Kedua, FinTech, yang mengharuskan mahasiswa untuk mengolah solusi perbankan dengan mengembangkan gagasan inovatif menyangkut dunia digital. Ketiga, Coding, dengan fokus meningkatkan aspek pembayaran melalui perangkat seluler.

“Kami senantiasa turut mengembangkan talenta-talenta muda terbaik di ASEAN dengan memberikan wadah bagi mereka untuk mendapatkan ilmu serta memaksimalkan potensi diri di bidang digital, salah satunya melalui penyelenggaraan acara Hackathon ini,” kata Tigor.

Group Chief People Officer CIMB Group Dato' Hamidah Naziadin menyampaikan, agenda pengembangan kaum muda ASEAN yang ditetapkan CIMB Group adalah memberdayakan talenta dan membina pemimpin masa depan. Revolusi Industri Keempat sudah berlangsung, karenanya amat diperlukan pembinaan agar anak-anak muda kita dapat menjadi yang terbaik di dunia digital. 

Karena itu, kata Hamidah bukan saja perlu menguasai keterampilan mengolah data dan memiliki pola pikir wirausaha, tetapi juga harus tangkas berpikir, khususnya di lingkungan kerja di mana disrupsi menjadi hal yang lumrah. Lebih dari 50% anak muda ASEAN berusia kurang dari 30 tahun, dan CIMB Group yakin jika mereka dibekali dengan kompetensi digital yang tepat, ASEAN nantinya bisa memanfaatkan kumpulan talenta digital tersebut untuk ikut merealisasikan potensi ekonomi yang sesungguhnya di kawasan ini. (*)