Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Senin, 10 Desember 2018 / 03:31 WIB

China Bakal Menjelajah Bagian Belakang Bulan

PEMERINTAH China dikabaran telah meluncurkan misi pertama untuk mendaratkan sebuah pesawat robotik di sisi jauh Bulan.

Misi Chang'e-4 akan melakukan pendaratan statis di kawah Von Kármán, yang terletak di sisi Bulan yang tidak pernah menghadap ke Bumi.

Dikutip dari BBC pada Minggu (9/12/2018), pesawat robotik itu dibawa di atas roket Long March 3B dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang, pada Jumat 7 Desember.

Misi ini akan membuka jalan bagi China untuk mengirimkan sampel batuan Bulan dan tanah ke Bumi.

Pendaratan tidak akan terjadi sampai awal Januari, ketika wahana pengangkut (probe) akan turun dengan pendorong, dan mendarat di Kawah Von Kármán, sebuah medan terjal di sisi jauh Bulan.

Kawah Von Kármán menarik bagi para ilmuwan karena terletak di dalam fitur dampak tertua dan terbesar di Bulan, yakni Cekungan Kutub Selatan-Aitken. Ini mungkin terbentuk oleh dampak tabrakan asteroid raksasa miliaran tahun lalu.

Para pendarat China akan mengkarakterisasi geologi dan komposisi batuan dan tanah di kawasan itu.

Karena sebuah fenomena yang disebut "penguncian pasang surut", manusia hanya melihat satu "wajah" Bulan dari Bumi.

Hal ini terjadi karena Bulan membutuhkan waktu lama untuk memutar pada sumbunya sendiri, ketika diperlukan untuk menyelesaikan satu orbit Bumi.

Meskipun sering disebut sebagai "sisi gelap", wajah Bulan ini juga diterangi oleh Matahari dan memiliki fase yang sama dengan sisi yang dekat; "gelap" dalam konteks ini berarti "tidak terlihat".

Sisi yang jauh terlihat agak berbeda dengan sisi dekat yang bisa dilihat dari Bumi. Bagian tersebut memiliki kerak yang lebih tebal dan lebih tua yang dipenuhi dengan lebih banyak kawah.(*)