Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 09 Desember 2018 / 18:14 WIB

Tahun Politik 2019, Investasi Properti Masih Dilirik

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menjelang Pemilu 2019 tahun depan, investasi di sektor properti dinilai masih layak untuk dilakukan. Pasalnya, justru di tahun Pemilu 2019, banyak pengembang yang memberikan promo untuk menarik minat konsumen atau investor yang tengah mengambil langkah wait and see. Apalagi, sejak dua tahun terakhir, sektor properti sedang bergairah setelah sempat mengalami pelambatan di 2014 hingga 2016.

Peony Tang, Direktur SouthCity, kawasan superblock di Pondok Cabe yang dikembangkan oleh PT. Setiawan Dwi Tunggal, mengatakan, pihaknya optimistis tahun politik 2019 dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap penjualan properti.  “Efek wait and see memang masih ada, tetapi tidak terlalu signifikan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya, kelebihan investasi properti dibandingkan sektor lainnya adalah keberadaan nilai aset yang terus meningkat. Sehingga, bagi para investor yang ingin mencari imbal hasil yang pasti dan tidak tergerus oleh nilai inflasi atau situasi ekonomi maupun politik, investasi properti adalah pilihan yang tepat. “Investasi di sektor properti masih terbilang ‘seksi’ mengingat kenaikan nilai properti setiap tahunnya” kata dia

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan sebagian besar pengembang masih merencanakan pengembangan apartemen strata dan perumahan menengah ataspada rencana pengembangan 2019.  Ini didukung oleh optimisme pengembang melihat situasi ekonomi Indonesia yang masih positif hingga akhir tahun 2018.

Menurutnya, dampak signifikan penjualan properti baru terasa di segmen menengah ke atas dengan nilai jual di atas Rp 1 Miliar. “Siklus properti tengah naik dan tahun politik akan sedikit menghambat investasi properti terutama yang bernilai di atas Rp 1 Miliar,” ujar dia.

 Namun demikian, Ali meyakini untuk properti di pinggiran Jakarta, di tahun 2019, akan tetap positif. Berkaca dari tahun 2018, Ali melanjutkan, pada triwulan I tahun ini penjualan rumah di pinggiran Jakarta naik 58% dari triwulan IV tahun lalu. Kenaikan ini cukup tinggi setelah tahun lalu anjlok. (*)