Peristiwa Editor : Agus Sigit Sabtu, 08 Desember 2018 / 21:11 WIB

Sistem Proteksi Kebakaran di Apartemen DKI Harus Sesuai Pergub

JAKARTA, KRJOGJA.com - Sebuah apartemen yang baik diharuskan mempunyai sistem antisipasi dari kemungkinan terjadinya bencana, khususnya kebakaran dan di DKI Jakarta telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 143 Tahun 2016 tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan.

Apartemen Green Pramuka City yang dihuni 20.000 warga dan berada di Rawamangun, Jakarta sangat sadar kewajiban itu sehingga sejak beroperasi tahun 2010 telah dilengkapi unit satuan perlindungan kebakaran gedung yang memadai. "Belum pernah terjadi kebakaran sih. Tapi, karena unit proteksi kebakaran itu adalah  kelengkapan standard sebuah kompleks apertemen yang harus ready sehingga kami selalu meng-update-nya secara profesional," kata Lusida Sinaga, Head of Communication Apartemen Green Pramuka City di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Tentu, lanjutnya, yang diupdate adalah peralatannya, pelatihan, maupun tim Fire Brigadenya. Sesuai prosedur di setiap ruang di dalam unit apartemen, misal di ruang tengah, dapur dan kamar tidur selalu dilengkapi dengan smoke detector, heat detector, dan head sprinkler. Di setiap koridor antarunit selalu tersedia head sprinkler dan tiga tabung pemadam kebakaran ukuran 3,5 kilogram. 

Begitu juga di setiap lantai koridor selalu tersedia tiga hydrant box, tiga selang hydrant nozle landing valve, alarm bell, panic bottom break glass, telepon darurat, dan tangga darurat evakuasi. “Sehingga jika ada asap rokok berlebihan di dalam ruangan, maka smoke detector akan memberikan sinyal ke Master Control Fire Alarm, dan alarm bell berbunyi sebagai peringatan dini indikasi adanya unsur panas/api," ujar Lusida.

Begitu sebaliknya, imbuhnya, jika suhu ruang mencapai lebih 60 derajat celcius maka heat detector akan bereaksi seperti halnya smoke detector.  Apabila suhu ruangan terus menyebar dan berkelanjutan maka yang selanjutnya akan membuat head sprinkler aktif memancarkan air dalam radius empat meter. Dengan demikian, antisipasi sejak dini bisa dilakukan.

Selain itu, setiap lantai juga dilengkapi 15 head sprinkler dan 15 heat detector, emergency call, tangga darurat, dan speaker car call. “Kemudian dalam satu kompleks termonitor dalam Fire Command Centre yang selalu ada petugas Fire Safety yang selalu berjaga 24 jam,” tutur Lusida Sinaga dengan menyebutkan di outdoor area umum dilengkapi dengan Hydrant Pillar. “San beruntungnya warga apartemen selama ini cukup kooperatif, seperti selalu rutin cek peralatan dapur dan tidak merokok dalam ruang," tandasnya. (Ful)