Ragam Editor : Agung Purwandono Kamis, 06 Desember 2018 / 10:12 WIB

3 Alasan Kenapa Dongeng Sangat Penting Bagi Masa Depan Bangsa

MENDONGENG ternyata punya peran penting bagi masa depan sebuah bangsa. Setidaknya hal itu terungkap dalam ‘Samsung Sessions Yogyakarta’ yang menggelar  Do x Rule The World with Stories.

Acara yang berlangsung Rabu (5/12/2018) di area Samsung Experience Store yang terletak di Lower Ground Plaza Ambarukmo menghadirkan Paman Gery serta Rona Mentari.  Mengangkat tema ‘Serba – serbi Mendongeng dalam Kehidupan Sehari – hari’, Rona Mentari menceritakan pengalamannya ketika dongeng mengubah kepribadiannya.

Rona kecil yang dikenal pemalu ketika masih duduk di bangku TK kemudian menemukan kepercayaan dirinya melalui mendongeng atau bercerita. Hingga akhirnya pada tahun 2010, Rona bersama kakaknya mendirikan Rumah Dongeng Mentari. Sebuah komunitas mendongeng yang didirikan untuk membacakan dongeng kepada anak – anak di sekitar lingkungannya.

Dari materi yang disampaikan oleh Rona Mentari berkolaborasi dengan Paman Gery, setidaknya ada 3 alasan kenapa dongeng sangat penting bagi masa depan bangsa.

  1. Mengubah Pola Pikir Seseorang

Dari cerita Rona mengenai pengalaman perubahan kepribadian yang di alami, yaitu mendapatkan kepercayaan diri melalui mendongeng, menandakan bahwa dongeng memang memiliki pengaruh baik bagi pendengar maupun penuturnya.

Bahkan menurut penuturan Paman Gery, dongeng Kancil yang cerdik merupakan karangan para penjajah Belanda untuk membentuk pola pikir masyarakat Indonesia menjadi seorang pencuri atau seseorang yang penuh dengan taktik licik.

Kisah lainnya yang menunjukan bahwa dongeng dapat mengubah pola pikir seseorang adalah kisah penduduk Pulau Simeulue saat terjadi Tsunami Aceh tahun 2004. Saat itu jumlah populasi penduduk Pulau Simeulue sebanyak 78.000 jiwa.

Setelah terjadi Tsunami dinyatakan hanya ada 7 korban jiwa di Pulau Simeulue. Ternyata, fakta menarik dibalik sedikitnya korban jiwa yang ada adalah keberadaan dongeng turun temurun dari nenek moyang mereka berjudul “Smong.”

Dalam dongeng yang dibawakan dengan irama dan melodi yang indah, sehingga mudah melekat dalam benak anak – anak hingga orang dewasa. Dongeng ini berisi kisah kebijakan lokal nenek moyang yang menghormati dan mengamati gejala alam. Sehingga ketika bencana terjadi semua warga berteriak “Smong” kemudian mereka berlari – lari ke dataran tinggi.

  1. Dongeng adalah Bahasa Tutur yang Paling Mudah di Ingat

Paman Gery bertanya kepada peserta “Siapa yang masih ingat guru SDnya dulu?.” Beberapa peserta kemudian mengacungkan tangan dan menyebutkan nama gurunya. Kemudian Paman Gery mengatakan, bahwa kebanyakan anak – anak maupun orang dewasa mengingat guru mereka yang pandai bertutur kata atau pandai mendongeng.

Bukan guru mereka yang menyebutkan persamaan dari rumus matematika dll. Banyak dari penonton kemudian terangguk – angguk menunjukkan persetujuan dengan kalimat Paman Gery.

Bahkan sebenarnya, di luar negeri sudah ada metode yang menerapkan dongeng dalam menyampaikan materi berupa Matematik, Fisika, bahkan pelajaran Biologi. Sayangnya di Indonesia, metode ini belum banyak ditemui. Namun, bagi guru – guru yang tertarik dengan metode ini, Rona menyarankan ada beberapa buku terjemahan yang menerangkan metode ini.

“Bagaimana cara agar anak – anak bisa mendongeng?” Tanya Nurul (25) yang berprofesi sebagai guru SD. Menjawab pertanyaan Nurul, Rona memberikan tiga tips mudah. Pertama, menumbuhkan kepercayaan diri dalam diri anak. Kedua, sebagai guru sebaiknya memberikan apresiasi atas pencapaian murid. Ketiga, adanya pendengar yang benar – benar memperhatikan saat murid sedang bercerita.

  1. Banyak Bisnis Besar di Dunia yang di Mulai dari Dongeng

Ada satu profesi yang mendapatkan bayaran sebesar Rp. 100 – 150 juta/ perhari hanya dengan menjual cerita, yaitu, profesi seorang dalang. Secara singkat seorang dalang hanya menjual sebuah cerita yang kemudian dibantu alat peraga berupa wayang dan diiringi musik gamelan jawa dan nyanyian sinden.

Satu lagi bisnis dongeng yang laris dijual di seluruh dunia, yaitu Disneyland. Perusahaan ini menjual kisah – kisah yang mungkin secara logika tidak mungkin terjadi atau cerita yang tidak akan ditemui dalam kehidupan nyata. Namun, disitulah daya jualnya, berawal dari karakter seekor tikus hingga kini mendirikan tempat wisata, hotel, menjual souvenir dan beragam film kartun.

Ternyata dongeng memiliki banyak sekalian manfaat yang berdampak pada kehidupan sehari – hari. Bahkan berdampak pada kepribadian seseorang. Satu pandangan yang ingin ditekankan Paman Gery adalah, bahwa dongeng bukan hanya bagian dari hiburan saja. Melainkan dongeng juga bisa menjadi sebuah alternatif bagi solusi perkembangan kemajuan bangsa Indonesia. (Mutiara Chika / UIN Sunan Kalijaga).