Peristiwa Editor : Agus Sigit Jumat, 30 November 2018 / 21:52 WIB

Ada Kejanggalan di Balik Kaburnya 113 Napi Lapas Banda Aceh ?

BANDA ACEH, KRJOGJA.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) diminta untuk mengevaluasi secara total pengawasan dan pembinaan yang ada di Lapas Klas IIA Banda Aceh, Lambaro, Aceh Besar.

"Kami tadi sudah meminta kepada Kakanwil mengevaluasi secara total, model pembinaan dan pengawasan, jangan terulang kembali," ujar Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Jamil, di Lapas Klas II A Banda Aceh, Jumat (30/11/2018).

Menurut Nasir Jamil ada hal janggal dalam kasus larinya ratusan napi di lapas tersebut, pada Kamis 29 November 2018.

"Jangan-jangan mereka sudah rencanakan, tapi tidak terendus oleh pihak petugas, kenapa direncanakan dari pengakuan napi yang sudah kembali mereka mengaku yang lari-lari itu mengancam mereka dengan balok, kalau engak mau keluar dipukul," ungkap Nasir.

Menurutnya, ada peristiwa pengancaman terhadap napi yang tidak mau kabur. "Jadi pengakuan mereka, walaupun sebenarnya juga ada kemauan mereka sendiri untuk keluar, tapi juga ada yang dipukul. Artinya itu sepertinya sudah direncanakan. Kalau orang tidak rencanakan, kalau spontan itu tidak ada aba-aba, tidak ada ancaman, mereka lari semuanya keluar," urainya.

Oleh sebab itu, Nasir minta Kemenkumham untuk melakukan evaluasi secara total lapas bermasalah tersebut. "Kita ingin agar ke depan tidak terulang lagi," kata politisi dari partai PKS ini.

Nasir berharap, puluhan napi yang masih kabur menyerahkan diri. "Kita harap mereka kembali dengan kesadaran sendiri tanpa dicari-cari. Karena apa pun ceritanya, sebelum mereka ditangkap kembali, itu akan menimbulkan keresahan, berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya. (*)