Ekonomi Agregasi    Jumat, 30 November 2018 / 16:52 WIB

Suku Bunga The Fed Bakal Naik, Dolar AS Langsung Menguat

NEW YORK, KRJOGJA.com - Kurs dolar AS berbalik menguat atau rebound terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Penguatan ini dipicu Federal Reserve AS (The Fed) membangun kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Desember, seperti banyak diperkirakan oleh investor.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1388 dolar AS dari 1,1376 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2782 dolar AS dari 1,2834 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7319 dolar AS dari 0,7314 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,43 yen Jepang, lebih rendah dari 113,53 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9963 franc Swiss dari 0,9930 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3274 dolar Kanada dari 1,3271 dolar Kanada. Demikian seperti dilansir Xinhua, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

"Hampir semua investor menyatakan pandangan bahwa peningkatan lain dalam kisaran target untuk suku bunga federal fund (FFR) kemungkinan akan dibenarkan segera, jika informasi yang masuk pada pasar tenaga kerja dan inflasi sejalan dengan atau lebih kuat dari ekspektasi mereka saat ini," kata risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 7-8 November yang dirilis.


The Fed juga menekankan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengubah istilah peningkatan bertahap lebih lanjut dalam kisaran target untuk suku bunga federal fund, dalam upaya untuk menambah fleksibilitas lebih banyak bagi komite-komite pembuat kebijakan.

Pada pertemuan bulan ini, tingkat bunga acuan The Fed ditetapkan dalam kisaran 2%-2,25%. Namun kemungkinan perubahan bahasa dalam pernyataan The Fed mendatang memunculkan kekhawatiran tentang apakah kenaikan sekitar triwulanan bank sentral akan berlanjut di 2019.

"Banyak investor menunjukkan bahwa hal itu mungkin tepat pada beberapa pertemuan mendatang untuk memulai transisi ke bahasa pernyataan yang menempatkan penekanan lebih besar pada evaluasi data yang masuk dalam menilai prospek ekonomi dan kebijakan. Perubahan semacam itu akan membantu menyampaikan pendekatan fleksibel komite," (*)