Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 30 November 2018 / 14:05 WIB

Kuartal III/2018, Maybank Kantongi Laba RM7,81 Miliar

KUALA LUMPUR, KRJOGJA.com - Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset hari ini mengumumkan Laba Sebelum Pajak (PBT) pada sembilan bulan yang berakhir 30 September 2018 naik 8,8% menjadi RM7,81 miliar dari RM7,17 miliar tahun sebelumnya. 

Hasil ini didukung oleh meningkatnya net fund based income, pengelolaan biaya yang disiplin serta impairments yang terus mengalami penurunan. Laba bersih naik 7,4% menjadi RM5,79 miliar dari RM5,39 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Untuk kuartal ketiga tahun ini, yakni Juli-September 2018 (3QFY18), Laba Sebelum Pajak (PBT) turun tipis sebesar 1,5% menjadi RM2,64 miliar dari RM2,68 miliar tahun lalu sehubungan dengan  pendapatan operasional bersih yang tercatat sedikit menurun yaitu sebesar 3,3% sebagai akibat dari volatilitas pasar global yang berkelanjutan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan permintaan di berbagai segmen utama. Laba bersih pada kuartal empat sebesar RM1,96 miliar dibandingkan RM2,03 miliar pada 2017.

Maybank Chairman Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan periode saat ini ditandai dengan ketidakpastian global yang signifikan dan ketidakstabilan pasar, yang mengakibatkan meningkatnya langkah antisipatif para nasabah khususnya nasabah korporasi. "Namun demikian, kami tetap memfokuskan pada manajemen risiko yang sehat serta mempertahankan modal dan likuiditas yang kuat, yang dapat mendukung kami untuk tetap bertahan dalam menghadapi tantangan, khususnya pada kuartal ketiga. Kami akan terus fokus dalam memantau risiko dan kepatuhan untuk memastikan Group dapat bertahan dalam memberikan nilai lebih kepada para stakeholders.

 
Sementara itu, Group President & CEO Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, situasi geopolitik yang berkepanjangan tetap menjadi tantangan utama, karena akan mempengaruhi pertumbuhan secara global, termasuk Asia dimana Maybank beroperasi. 
"Meskipun demikian, kami percaya bahwa jaringan regional yang solid dan fundamental yang kuat dapat membantu dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan. Kami akan tetap aktif dalam mengantisipasi perubahan pasar yang cepat, dan pada saat yang sama tetap mencari peluang untuk pertumbuhan, seperti dalam pembiayaan infrastruktur, wealth management, perbankan digital dan pebankan syariah. Kami akan memastikan untuk tumbuh secara bertanggung jawab, serta tetap disiplin dalam pricing dan pengelolaan biaya.

 
Selama sembilan bulan yang berakhir 30 September 2018, pendapatan operasional bersih sebesar RM17,33 miliar, atau 0,8% lebih tinggi dibanding tahun lalu. Hal ini didukung oleh peningkatan 1,6% dari net fund based income sebesar RM12,66 miliar dari RM12,47 miliar sementara net fee based income mencatat sedikit penurunan menjadi RM4,67 miliar dari RM4,72 miliar tahun lalu.

Pendapatan lebih tinggi, disertai dengan menurunnya biaya overhead sebesar 3,2% membantu peningkatan laba operasional Group sebesar 10,6% menjadi RM7,73 miliar dibanding RM6,99 miliar tahun lalu. Upaya berkelanjutan dalam pengelolaan biaya juga menghasilkan cost to income ratio (CIR) membaik menjadi 46,9% dari 48,8% tahun lalu, disebabkan pertumbuhan pendapatan melampaui pertumbuhan overheads sebesar 4% secara tahunan. (*)