Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 30 November 2018 / 06:31 WIB

Indonesia Tegaskan Kembali Pentingnya Upaya Perdamaian di Afghanistan

JENEWA, KRJOGJA.com - Indonesia kembali menekankan pentingnya upaya mencapai perdamaian di Afghanistan untuk mendorong reformasi, demokratisasi dan pembangunan di negara itu. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan tingkat menteri di Konferensi Jenewa tentang Afghanistan, hari Rabu 28 November 2018.

"Jangan pernah lelah mengupayakan perdamaian, walaupun jalan yang harus dilalui penuh dengan tantangan dan melelahkan," demikian disampaikan Menlu RI pada acara Ministerial Conference in Afghanistan di Gedung PBB, Jenewa 28 November 2018 yang dipublikasikan, Kamis (29/11/2018).

Indonesia telah berhubungan dengan Afghanistan sangat lama, antara lain melalui kerjasama pendidikan, kesehatan dan people to people contact. Tahun lalu, atas permintaan Presiden Afghanistan, Indonesia mulai terlibat secara lebih intensif dalam proses perdamaian di Afghanistan.

"Sebagai negara yang demokratis, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, serta pihak yang netral, Indonesia berpendapat bahwa Ulama memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang baik untuk stabilitas di Afghanistan, menurut Menlu Retno.

Dalam kaitan itu, pada Mei 2018, Indonesia telah menjadi tuan rumah Trilateral Ulema Conference, dengan mengundang Ulama dari Afghanistan, Pakistan dan Indonesia.

Konferensi Ulama tersebut telah mengirimkan pesan kuat bahwa kekerasan dan ekstremisme tidak memiliki tempat di Islam.

Tiga Hal Prioritas dalam Upaya Perdamaian di Afghanistan

Dalam pertemuan di Jenewa, Indonesia menekankan pentingnya tiga hal:

Pertama, membangun rasa percaya (trust and confidence building) merupakan komponen yang sangat penting dalam proses perdamaian.

Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk memfasilitasi upaya membangun saling percaya ini.

Kedua, pembangunan Afghanistan harus terus dilanjutkan. Menlu Retno secara khusus menyinggung pentingnya pemberdayaan perempuan.

"Indonesia telah melakukan berbagai bantuan di bidang pembangunan ekonomi, antara lain melalui pembangunan kapasitas untuk UMKM dan perempuan serta memberikan akses pasar lebih besar untuk produk Afghanistan", lanjut Retno.

Ketiga, pemberdayaan terhadap generasi muda harus terus dilakukan.

Dalam kaitan ini, Indonesia siap untuk menerima 1.000 anak muda Afghanistan belajar di Indonesia.

Terakhir, Menlu Retno menyampaikan pentingnya koordinasi dan sinergi semua upaya yang dilakukan masyarakat internasional.

KTM Jenewa mengenai Afghanistan 27-28 November 2018, bertujuan sebagai wadah bagi pemerintah Afghanistan untuk menyampaikan perkembangan proses perdamaian dan komitmen yang berkelanjutan untuk melakukan reformasi, demokratisasi dan pembangunan di Afghanistan.

Pertemuan juga dimaksudkan bagi international partners untuk mengkaji efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dari kontribusi yang telah diberikan bagi pembangunan kembali Afghanistan.(*)