Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 21 November 2018 / 17:28 WIB

BERTUJUAN BANGUN PERADABAN DUNIA

Peringkat UAA Melompat Naik Signifikan

LEMBAGA pendidikan yang memiliki konsentrasi tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa namun juga memiliki tujuan membangun peradaban dunia, Universitas Alma Ata (UAA) mengalami perkembangan yang signifikan. 

Berdasarkan data, UAA yang pada 21 Desember diresmikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan sebagai universitas, pada Agustus 2016 atau 8 bulan pasca diresmikan telah menempati rangking ke 2.928, dari sekitar 3.500 universitas se-Indonesia. Kemudian pada Agustus 2017 rangking kembali naik menjadi rangking 2.500 se-Indonesia. Kemudian pada Agustus 2018 UAA mendapatkan prestasi yang mengejutkan dengan menempati rangking 254 universitas se-Indonesia.

"Melesatnya rangking UAA ini lantaran karena kerja keras kami untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan yang terpenting adalah berusaha membangun peradaban dunia dengan lebih baik," jelas Rektor Universitas Alma Ata (UAA), Dr H Hamam Hadi,MS ,ScD, Sp.GK usai pelaksanaan Dialog Kebangsaan. Acara dengan tema  "Membingkai Keutuhan Bangsa melalui Pemilu yang Bermartabat dan Berkeindonesiaan" dalam rangka Harlah UAA, Rabu (21/11) di Kampus UAA.

H Hamam Hadi menegaskan, sebagai universitas baru yang mengedepankan kualitas lulusan, UAA memiliki visi menjadi universitas yang unggul dan mandiri serta berkontribusi pada pembangunan bangsa dan peradaban dunia. 

"Atas dasar visi ini, UAA tidak hanya memberikan edukasi kepada mahasiswanya saja akan tetapi memberikan pula edukasi kepada masyarakat luas supaya mampu menjaga NKRI dengan menjaga dan mengkawal pelaksanaan Pemilu sehingga bermartabat dan berkeindonesiaan," jelas H Hamam Hadi.

Ia menambahkan dalam membangun peradaban dunia tersebut, universitasnya berpegang teguh pada nilai keislaman dan kebangsaan .

"Kami ingin warga UAA pada khususnya dan masyarakat pada umumnya ikut menjadi bagian dalam mengkawal identitas nasional kebangsaan Indonesia. Sehingga UAA memiliki tanggungjawab moral sebagai universitas yang berkontribusi pada pembangunan peradaban dunia," urainya.


H Hamam Hadi menegaskan, sebagai universitas yang tergolong masih sangat muda, UAA telah memiliki beberapa poin positif bagi perkembangan kedepan . Poin ini di antaranya telah terakreditasi B BAN-PT, sebuah universitas Indonesia berbasis pondok pesantren sehingga antara ilmu pengetahuan dan keagamaan berjalan beriringan, lulus uji kompetensi 100 persen, bersertifikat ISO 9001:2008 sejak tahun 2012, memiliki pelayanan akademik dan non akademik berbasis teknologi digital serta masa tinggi lulusan sangat pendek bahkan sebagian mahasiswa telah bekerja sebelum lulus.

Rektor UAA yang juga menjabat sebagai ketua Departemen Pendidikan dan IPTEK Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menambahkan bahwa dalam peringatan harlah UAA ini juga dilalukan peletakan batu pertama untuk memulai pembangunan gedung menara Al-Mustofa. Direncanakan gedung berlantai 9 ini akan digunakan untuk ruang pertemuan dan perkuliahan.

"Gedung ini juga sebagai simbol teladan membangun peradaban baru. Gedung ini merupakan investasi kegiatan ilmiah dari sebuah universitas yang masih tergolong muda," tambahnya.

Tidak hanya itu saja, UAA juga berusaha ingin berperan dalam dunia internasional dengan membangun kerjasama berbagai universitas beberapa negara. Beberapa kerjasama intens dilakukan dengan Taipei Medical University di Taiwan, beberapa universitas di Thailand, Amerika, Eropa dan Australia.

Kolaborasi dan kerjasama dengan universitas -universitas di beberapa  negara tersebut  bertujuan untuk pemetaan pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi , sumber kerjasama penelitian, publikasi ilmiah bahkan pengembangan kurikulum pendidikan serta Sumber Daya Manusia (SDM). "Beberapa dosen-dosen telah dikirimkan untuk belajar di beberapa universitas kerjasama tersebut," tambahnya. (*)