Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 26 November 2018 / 13:10 WIB

Produksi Kedelai Purworejo Turun, Apa Sebabnya?

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Produksi kedelai di Kabupaten Purworejo tahun 2018 turun. Berkurangnya produksi terindikasi dari luas area tanam musim 2018 yang turun dibandingkan tahun 2017. Pada musim tanam 2018, produksi kedelai mencapai kurang lebih 4.000 ton biji. 

Padahal produksi tahun sebelumnya masih mencapai 5.780 ton. "Produktivitas kedelai yang dibudidayakan di Purworejo rata-rata setiap tahun mencapai 1,7 ton perhektare," ungkap Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Purworejo Ir Eko Anang SW, kepada KRJOGJA.com, Senin (26/11/2018). 

Penurunan produksi tersebut, kata Eko, akibat sebagian petani di kawasan sentra budidaya kedelai Purworejo, beralih menanam kacang hijau. Pada kemarau tahun 2018, sebagian sawah di Kecamatan Pituruh dan Butuh terpantau ditanami kacang hijau. 

Petani memilih budidaya kacang hijau karena harganya lebih mahal dibanding kedelai. Petani tetap enggan menanam kedelai meski produktivitas kacang hijau jauh lebih rendah, hanya 1,3 ton perhektare. 

Kendati produktivitas rendah, lanjutnya, penghasilan petani dari menjual kacang hijau jauh lebih tinggi dibanding ketika membudidayakan kedelai. "Alasannya tetap faktor ekonomi, petani memilih tanam kacang hijau karena lebih menguntungkan," tuturnya. 

Untuk mengembalikan minat petani menanam kacang hijau, pemerintah berencana merilis beberapa varietas kedelai dengan produktivitas tinggi. "Pemerintah tidak mungkin menaikkan harga beli kedelai, karena dampaknya pada naiknya harga tempe dan tahu. Satu-satunya cara hanya meningkatkan produksi sehingga keuntungan petani berlipat," terangnya. 

Pemerintah berencana merilis lima varietas, terdiri atas Argomulyo produktivitas 2,08 ton perhektare, Dena 2,4 ton perhektare, Anjasmoro 2,53 ton perhektare, Dega 1 2,24 ton perhektare dan Malika kedelai hitam 3,09 ton perhektare. "Musim kemarin sudah ada demplotnya, petani sepertinya berminat untuk menanam pada musim kemarau tahun 2019 mendatang," tandasnya.(Jas)