DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 26 November 2018 / 12:52 WIB

BANTUAN SAKAFARMA DI SD MUH JOGOKARIYAN

UKS Dukung Pembinaan Kesehatan Lingkungan

YOGYA, KROGJA.com - Pelibatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk meningkatkan kesehatan di lingkungan selama ini belum dioptimalkan. Padahal UKS memiliki peran untuk pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan juga pembinaan lingkungan.

Director Consumer Health Division PT Sakafarma Laboratories Feni Herawati mengatakan UKS memiliki peran penting salah satunya untuk pembinaan kesehatan lingkungan. Itu bisa dioptimalkan jika para siswa dan UKS dipupuk untuk terus membangun kesadaran meningkatkan kesehatan. "Ini harus dimulai sejak dini. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak," katanya di sela peresmian UKS SD Muhammadiyah Jogokariyan, Jogja, Senin (26/11).

Sakafarma anak perusahaan PT Kalbe Farma, lanjut Feni, memberikan training dan edukasi kepada calon dokter kecil agar bisa memotivasi siswa untuk hidup sehat. Jika kesadaran anak-anak tumbuh, diharapkan mereka bisa mengimplementasikan pengetahuannya ke lingkungan sekitar. "Melalui pendidikan dokter kecil, UKS yang memadai diharapkan bisa mendorong program pendidikan kesehatan sekolah," katanya.

Mengutip data BPS Jogja, sekitar 35,98% penduduk Jogja menderita keluhan kesehatan yang diukur dari gejala panas, batuk, pilek, diare, pusing dan sebagainya. Hal itu menyebabkan 47.77% penduduk terganggu aktifitasnya akibat keluhan penyakit tersebut. "Dengan adanya tindakan preventif dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengonsumsi makanan bergizi dapat mencegah anak dari gangguan kesehatan," kata Feni.

SD Muhammadiyah Jogokariyan, katanya, merupakan pilot project pembenahan UKS untuk membantu menumbuhkan semangat anak-anak menerapkan PHBS. "Ini yang pertama kami lakukan. Setelah ada evaluasi dan menunjukkan perkembangan, kami akan lakukan kegiatan serupa di daerah lainnya," kata Feni.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Jogokariyan Sediyo Hartono mengatakan apa yang dilakukan Sakafarma sangat tepat. Pasalnya, keberadaan UKS selama ini masih kekurangan perhatian karena minimnya dana pengelolaan. Hal itu berdampak pada tidak adanya peralatan yang memadai untuk mengoptimalkan peran UKS. "Apalagi kami ada di lingkungan sekolah yang 176 siswa-siswi nya menengah ke bawah. Salah satu kendala selain peralatan, tidak ada dokter untuk memeriksa anak-anak," katanya.

Dengan renovasi UKS tersebut, dia berharap peran UKS  bisa optimal. Terutama  untuk memenuhi, mendampingi dan menghasilkan karya yang memadai. "UKS yang direnovasi ini menjadi kado bagi kami di Hari Guru. UKS penting untuk mendukung sisi kesehatan. Selama ini kami hanya melayani upaya preventif, kalau tidak tertangani langsung diantar ke Puskesmas," katanya. (*)