Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 22 November 2018 / 10:47 WIB

Dunia Industri Harus Antisipasi Tantangan Revolusi Industri 4.0

JAKARTA, KRJOGJA.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Khairul Anwar mengatakan, pemerintah dan dunia industri harus mengantisipasi tantangan Revolusi Industri 4.0 di antaranya adalah tantangan transformasi keterampilan, transformasi pekerjaan, serta transformasi masyarakat. 

"Jadi, Revolusi Industri 4.0 memberi banyak tantangan transformasi ketenagakerjaan yang harus diantisipasi semua pihak," kata Khairul dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (22/11/2018). Ia sebelumnya membuka Kongres Nasional Indonesia Kompeten.

Pada kesempatan itu ia menyatakan akses peningkatan kompetensi yang massif serta kehadiran negara melalui jaminan sosial yang mampu melindungi pekerjaan dan pendapatan warga negaranya, menjadi sangat krusial dalam menghadapi revolusi industri 4.0 saat ini.

Khairul mengungkapkan, tantangan transformasi keterampilan pekerjaan yang berubah menuntut keterampilan yang berubah juga. Sedang tantangan transformasi pekerjaan (job transformation). Akibat dari perkembangan teknologi, bekerja tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu.

Artinya, bekerja saat ini bisa dilakukan dimana saja. Anytime and anywhere. Akibat perkembangan teknologi pula, Part Time Job 4.0 juga dimungkinkan. Part Time Job 4.0 adalah kondisi kerja dimana satu orang memungkinkan memiliki lebih dari satu mata pencaharian. "Misalnya, seorang karyawan kantor bisa bekerja di kantornya pada siang harinya dan menjajakan properti di malam harinya melalui situs online," jelas Khairul.

Tantangan yerakhir adalah tantangan transformasi masyarakat (society transformation). Dampaknya terhadap masyarakat, ketimpangan kompetensi dan pendapatan antara individu, yang memiliki akses komputer dan internet akan semakin terasa di era Revolusi Industri 4.0 ini. Untuk menjawab ketiga tantangan ini salah satu solusinya adalah kebijakan pasar tenaga kerja inklusif (inclusive labor market policy). (Ful)