DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 21 November 2018 / 11:15 WIB

Rayahan Gunungan Grebeg Masih Dinanti Masyarakat

YOGYA, KRJOGJA.com - Cuaca panas di minggu-minggu akhir bulan November sebenarnya tidak lazim terjadi. Biasanya, masuk tengah hari awan mendung mulai menggelayuti wilayah Yogyakarta untuk menanti hujan begitu saja terjadi. 

Suasana inilah yang terlihat di perayaan Grebeg Maulud Kraton Yogyakarta yang dilaksanakan Rabu (21/11/2018) hari ini. Cuaca panas menyengat ternyata tak menyurutkan niat ratusan masyarakat menyemut di halaman Masjid Gede Kauman, tempat lima gunungan dari Kraton didoakan dan diperebutkan. 

Pagar tali tambang kali ini terlihat membatasi masyarakat di sebelah selatan dan utara pintu utama Masjid Gede Kauman. Banyak yang memilih menunggu sembari menyantap nasi gurih yang memang banyak dihidangkan penjual di pelataran masjid Kagungan Dalem Kraton tersebut.

Empat gunungan yakni Lanang, Setri, Darat serta Pawuhan diperebutkan dan langsung diserbu begitu petugas keamanan memperbolehkan masyarakat masuk ke area gunungan. “Waduh aku tibo,” ungkap seorang ibu bernama Suprihatin asal Prambanan saat keluar dari kerumunan rayahan dengan senyum kebanggaan mendapatkan bagian dari gunungan. 

Oleh Suprihatin, sepotong bambu yang didapatkannya dari salah satu gunungan akan ditanam di depan warung yang berada di Prambanan Sleman. “Nanti ditanam di depan warung, biar berkah saja. Baru sekali ini ikut ternyata tidak bisa ikut rebutan mendekat,” sambungnya. 

Suprihatin hanya salah satu diantara banyak masyarakat yang mempercayai berkah gunungan Kraton Yogyakarta. Warga masyarakat tampaknya masih memiliki keinginan untuk mempertahankan budaya jawa yang sudah turun temurun diwariskan Kraton Yogyakarta. (Fxh)