Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 16 November 2018 / 03:43 WIB

Rokok Ilegal Marak, Target Cukai Rp 158 Triliun Terancam

KUDUS, KRJOGJA.com - Pemerintah melalui Kementrian Keuangan menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau pada 2019 sebesar Rp 158,8 triliun, mengalami kenaikan Rp 10,6 triliun atau meningkat 7,15 persen dari target 2018 sebanyak Rp 148,2 triliun. Target tersebut terancam tak terpenuhi dengan tidak naiknya tarif cukai cukai rokok tahun 2019, ditambah masih maraknya peredaran rokok illegal.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC)  Tipe Madya Kudus Iman Prayitno, dalam Diskusi Publik bertema 'Maraknya Peredaran Rokok Ilegal Bagaimana Solusinya' di Hotel Griptha Kudus, Kamis (15/11). Diskusi digelar Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi Aparatur Negara Republik Indonesia (LI-TPK-ANRI).

Dua narasumber lain, Ketua Harian Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) Agus Sarjono, dan Pengamat Ekonomi dari Universitas Muria Kudus (UMK) Joko Utomo. Diskusi diikuti puluhan peserta dari pelaku usaha rokok, LSM, tokoh masyarakat dan mahasiswa.

Iman mengatakan, untuk mendokrak kenaikan penerimaan cukai, pemerintah sempat mewacanakan kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2019. Namun rencana itu batal karena dikhawatirkan berdampak negatif terhadap struktur industri rokok di Indonesia. "Dengan tidak naiknya tarif cukai rokok, ditambah masih maraknya peredaran rokok illegal berpengaruh pada pemenuhan target penerimaan cukai,” ujarnya.

Pihaknya akan terus mengintensifkan pemberantasan rokok ilegal,  selain memang berdampak pada penerimaan negara dari pendapatan cukai, juga sangat merugikan industri rokok legal. Solusi lain mengurangi peredaran rokok ilegal, yaitu dengan meningkatkan sosialisasi kepada produsen rokok dan masyarakat selaku konsumen. “Pemerintah telah berkomitmen memberantas rokok ilegal dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. (Trq)