Wisata Editor : Agus Sigit Rabu, 14 November 2018 / 16:47 WIB

Rasa Unik Soto Dicampur Geblek

MASAKAN jenis soto sudah tak asing bagi masyarakat. Lokasi kuliner penyedia soto sangat mudah ditemukan, bahkan soto khas dari berbagai daerah dapat ditemukan di lain daerah.

Salah satu cara membuat calon konsumen penasaran dan akhirnya membeli, yakni memberikan nama yang tampil beda. Tak kalah menarik lagi, ketika cara penyajian sampai cita rasa masakan tersebut tampil unik. Saat berada di kawasan Banjararum Kalibawang Kulonprogo akan menemukan warung soto berlabel Soto Geblek. Apakah saat disajikan, gebleknya dijadikan satu dalam semangkuk soto?

“Ini berbeda dengan soto lenthuk, lenthuknya dapat dicampurkan pada soto. Kalau soto geblek di tempat kami, gebleknya cukup dijadikan teman penyajian, karena kalau geblek ditempatkan pada kuah panas bisa hancur teksturnya,” papar pemilik lokasi kuliner setempat, Ali Baba, belum lama ini.

Trik semacam ini, sebutnya, juga sebagai upaya agar geblek yang juga diproduksi di tempatnya bisa lebih laku. Sebelum membuka warung soto, terlebih dahulu ia mempunyai usaha pembuatan geblek bersama istrinya. Ketika penjualan geblek dipaketkan dengan soto ternyata mampu mendongkrak penjualan geblek maupun sotonya. Cara membuat soto, seperti umumnya soto daging ayam dan kuahnya yang segar menggunakan bumbu-bumbu soto kualitas bagus.

“Geplek bersama soto, gebleknya dapat juga sebagai lauknya. Jadi tak perlu menggunakan besengek tempe benguk,” imbuhnya.

Garis besar membuat geblek, bahan baku wujud pati singkong. Sebagian dilembutkan dan sebagian lagi <I>dikepel-kepel<P> atau menjadi bulatan-bulatan seperti jeruk besar. Lalu merebus air, bulatan-bulatan tepung pati dimasukkan pada air mendidih, setiap yang mengapung diambil. Lalu diuleni dengan yang lembut biasa dan diberi bumbu-bumbu seperti bawang putih dan garam. Masih ditambah lagi parutan singkong kelapa muda. Setelah kalis terus dibentuk mirip angka delapan, dibiarkan beberapa saat dan siap digoreng.

Sementara itu untuk menikmati soto ayam segar tanpa biaya atau gratis, yakni dapat datang ke kuliner Sego Welut di kawasan Godean Sleman. Namun, hanya bisa diperoleh setiap Jumat dan sementara ini dua minggu sekali. Soto gratis ini dimaksudkan sebagai bagian dari sedekah pihak pemilik lokasi kuliner setempat.

“Kami menyediakan rata-rata 80 porsi soto ayam. Semua dimasak tanpa MSG,” ungkap pemilik Sego Welut, Darojat NA.

Soto gratis yang disediakan mulai kisaran pukul 12.30, sekitar pukul 14.00 sudah biasa habis. Pihaknya pun ada rencana suatu saat bisa menambah menu makanan jenis soto. Sementara ini menu soto hanya berdasarkan pesanan saja seperti untuk acara-acara kelompok, pasalnya dalam daftar menu di lokasi kuliner setempat, masakan soto ayam belum tertulis. (Yan/harianmerapi.com)