Peristiwa Editor : Ivan Aditya Selasa, 13 November 2018 / 12:32 WIB

Kartu Nikah Bukan Pengganti Pengesahan Buku

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kartu nikah yang akan diterbitkan oleh Kementerian Agama tidak akan menjadi pengganti atau bahkan menghapus buku nikah. Lukman mengatakan kartu nikah hanya untuk memudahkan sistem informasi jika suatu saat diperlukan dalam keadaan tertentu.

"Kartu nikah bukan sebagai pengganti buku nikah. Buku nikah tetap ada dan terjaga karena itu dokumen. Buku nikah tidak dihilangkan sama sekali," ucap Lukman.

Lukman menjelaskan Kartu yang rencananya akan diterbitkan akhir November ini nantinya berisi semua pencatatan dan peristiwa pernikahan. Semua data itu akan terintegrasi dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah).

Tak hanya itu, Simkah ini juga akan berkaitan dengan data kependudukan dan catatan sipil di bawah Kemendagri, sehingga seluruh data kependudukan setiap warga bisa terintregasi dengan baik. "Dalam Simkah inilah kemudian upaya kita untuk mempermudah pencatatan, registrasi dan memantau pernikahan setiap warga negara di mana, kapan dan seterusnya," kata Lukman.

Penerbitan kartu nikah ini, kata Lukman, juga tidak lepas dari keprihatinannya tentang angka kekerasan rumah tangga, dan perceraian yang semakin tinggi. "Makanya, kami serius membuat silabus kurikulum bimbingan pranikah dan sebagainya, termasuk Simkah," katanya.

Kata dia, kartu nikah ini adalah fasilitas kependudukan yang memang sengaja diberikan oleh Kemenag. Dia pun berharap semua warga negara bisa memiliki kartu nikah ini. (*)