Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 06 November 2018 / 22:06 WIB

Suku Bunga BI Dorong Penguatan Rupiah

JAKARTA, KRJOGJA.com -  Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah saat ini hingga di bawah Rp 15.000 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini karena adanya kenaikan tingkat suku bunga BI 7-day (Reverse) Repo Rate hingga 150 bps. 

"Dengan kenaikan bunga acuan diharapkan dapat memancing aliran modal masuk ke pasar keuangan domestik, untuk membantu nilai tukar rupiah terlepas dari tekanan. Bahkan, dapat memancing aliran modal masuk ke pasar keuangan domestik, untuk membantu nilai tukar rupiah terlepas dari tekanan,” kata Dody Waluyo di Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut Dody BI akan terus memantau dinamika perekonomian global, sebelum menentukan arah kebijakan. BI menegaskan tidak akan gegabah dalam mengeksekusi suatu kebijakan. "Kami akan melihat faktor dan perkembangan yang terjadi. Kami melihat forward looking, proyeksi ke depan bagaimana indikator makro," katanya.

Selain itu, kata Dody BI juga akan melihat arah kebijakan yang bakal ditempuh bank sentral negara lain. Bank sentral tetap ingin, Indonesia menjadi salah satu negara yang memberikan daya tarik tersendiri.

"Kami akan melihat bagaimana negara lain juga mengambil posisi," katanya.
Menyinggung tentang pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2018 sebesar 5,17 persen Dody mengatakan , pertumbuhan tersebut masih cukup tinggi, walaupun  lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2018 yang tumbuh 5,27 persen.

Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2018 masih didorong dari konsumsi yang tumbuh 5,01 persen dan investasi 6,9 persen.“Meskipun pertumbuhan ekonomi 5,17 persen di triwulan ketiga lebih rendah dari triwulan kedua, sebenarnya itu masih cukup tinggi karena dorongan dari domestik demand, investasi dan konsumsi masih besar,” katanya. (Lmg)