Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 05 November 2018 / 18:09 WIB

Parade 1000 Mandau Ramaikan Festival Mahakam

SAMARINDA, KRJOGJA.com - Untuk pertama kalinya  parade 1200 Mandau hadir si Samarinda. Moment langka ini mengisi salah satu acara  Festival Mahakam yang berlangsung dari 2- 4 November 2018 di Samarinda. 

Menurut Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Kota Samarinda, Agnes Gering Belawing, parade Suku Dayak datang dari seluruh Kalimantan ini berpakaian adat lengkap  memamerkan beragam macam Mandau. 

Parade Mandau yang dimulai dari Taman Samarendah dan finis di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur ini cukup meriah karena  masyarakat suku Dayak ini membawa  Mandau mulai ukuran yang terkecil hingga mandau yang cukup besar dengan panjang 3 meter dengan berat sekitar 50 kg. Mandau yang cukup panjang ini dibawa sekitar 6- 8 orang secara bersama.

Masyarakat yang menyaksikan sepanjang jalan parade Mandau ini sangat senang tak henti-hentinya bersorak dan memberi tepukan gemuruh atas atraksi mereka. Begitu sampai di depan panggung utama di depan kantor Gubernur, parade 1000 Mandau ini juga menampilkan prosesi ritual adat Mandau.
 
Prosesi ditampilkan dihadapan Walikota Kota Samarinda dan para undangan. Dari mandau yang terpanjang, terbesar maupun mandau kecil di letakan berbaris.  Upacara adat ritual Mandau dipimpin langsung oleh pawang adat khusus yang di datangkan, sebagai upaya melestarikan upacara adat kita yang beragam.

“Animo masyarakat dayak dari berbagai kabupaten maupun kota begitu tinggi. Mereka senang dan bangga dengan kegiatan ini. Mereka merasa mendapatkan wadah untuk mengangkat budaya mandau. Mereka datang secara sukarela dengan biaya sendiri," kata Agnes.

Dijelaskan, selain promosi budaya, kita juga ingin mengedukasi dan mengenalkan mandau. Sekaligus, melestarikan budaya. Karena, mandau adalah pusaka Suku Dayak yang menjadi jati diri dan ciri khas Kalimantan. Baik dari sejarahnya, ritual, dan dari kaitan kehidupan orang dayak itu sendiri. Mandau juga sudah mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain parade 1000 Mandau, juga dilakukan  parade budaya se Kalimantan Timur.Parade yang diikuti oleh 23 tim marching band yang berasal dari sekolah-sekolah di Samarinda. Ditambah dengan 20 perguruan pencak silat, kesenian reog, tim barongsai dan paguyuban orang Maluku di Samarinda. Adapun peserta parade budaya ini diikuti  sekitar 5 sampai 6 ribu peserta yang mengikuti parade ini. 
Pawai budaya diawali dengan perwakilan dari Spanyol. Disusul dengan penampilan drumband, barongsai, dan barisan perguruan pencak silat. Dibelakanginya, tampil kostum kreasi etnik karnaval. (Lmg)