Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 02 November 2018 / 05:20 WIB

Sinergi, Kunci Sukses Ekowisata Jatim-Bali

BANYUWANGI, KRJOGJA.com - Semua pihak diajak fokus merumuskan formula sakti untuk mengembangkan area ekowisata Jawa Timur - Bali dari Ballroom Hotel Santika, Banyuwangi, Jumat (2/11). 

Pembicara menghadirkan Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan dan Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Indra Ni Tua. Banyuwangi dikawal Bupatinya langsung, Azwar Anas. Anas didampingi Kadispar Banyuwangi MY Bramuda.

Kementerian KLHK diwakili Kepala Balai Besar KSDA Jatim Nandang Prihadi. Di deretan lain, ada Asisten II Bupati Jembrana I Gusti Putu Mertadana, Ketua East Java Ecotourism Forum Agus Wiyono, serta Ketua Tim PP Geopark Kemenpar Yunus Kusumahbrata. Semuanya pengambil kebijakan. Semuanya punya pengaruh yang sangat kuat. 

“Kalau mau mengembangkan klasterisasi destinasi ekowisata Jawa Timur – Bali, kuncinya ya harus sinergi.  Semua berkolaborasi, bukan berkompetisi,” tutur Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan, Jumat (2/11).

Sinergi ini diyakini bakal sangat ampuh. Sangat powerful. Menpar Arief Yahya kerap mengatakan sinergi akan menghasilkan 1 + 1 = 3, bukan 2. Artinya, “the whole is bigger than the parts.” Hasil gabungan lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan sinergi, maka kekuatannya akan berlipat-lipat.

Jawa Timur punya empat Taman Nasional yang sudah sangat nge-hits. Ada Taman Nasional Baluran dengan savana yang sangat mirip dengan kondisi alam benua Afrika. Ada Taman Nasional Meru Betiri yang terkenal akan konservasi beragam spesies penyu. Ada Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (BTS) yang kerap dijadikan setting film maupun program dokumenter dari berbagai media. Ada juga Taman Nasional Alas Purwo yang punya Padang Savana hingga Pantai Plengkung atau G-Land.

Sementara tetangga di seberang pulau, punya Taman Nasional Bali Barat. Selain ekosistem hutan mangrove, evergreen, savana, coral reef, padang lamun, serta pantai berpasir, Bali Barat juga punya P’lataran L'harmonie.  Brand-nya sudah masuk top 100 Top Destinasi Hijau dunia. “Ini kekuatan besar. Kalau digabungkan, akan menghasilkan impresi yang sangat tinggi dan powerful,” tambahnya.

Kepala Balai Besar KSDA Jatim Nandang Prihadi juga siap mem-back up.  “Seluruh hutan di Indonesia intinya bisa digunakan untuk keperluan pariwisata. Yang penting tidak merubah bentang alam, tidak merubah fungsi, dan manfaatkan 10% lahan. Kami pasti support. Apalagi memberikan dampak ekonomi yang besar untuk masyarakat,”  ucap Kepala Balai Besar KSDA Jatim Nandang Prihadi. (*)