Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 01 November 2018 / 09:46 WIB

Warga Joho Keluhkan Limbah Pabrik Plastik

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pabrik plastik di Gamping, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota yang dikeluhkan warga karena limbah mencemari lingkungan akhirnya resmi akan ditutup sesuai hasil keputusan musyawarah bersama. Meski begitu penutupan baru akan dilaksanakan sesuai batas waktu akhir 31 Juli 2019 mendatang. Sambil menunggu penutupan warga sekitar diminta bersabar karena pemilik pabrik sudah menyatakan kesanggupan menutup usahanya.

Lurah Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota Wisnu Pramudya Wardhana, Kamis (01/11/2018) mengatakan, sudah menggelar musyawarah bersama dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Mereka yakni, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, warga masyarakat terdampak limbah dan lainnya. Pertemuan digelar untuk kesekian kali setelah ada protes dari masyarakat yang mengeluhkan limbah.

Pada pertemuan tersebut warga ngotot agar keberadaan pabrik plastik segera ditutup karena sudah meresahkan. Wisnu mengatakan, warga sudah tidak tahan lagi dengan dampak limbah yang dirasakan. Karena itu mereka menuntut agar pabrik tidak lagi berproduksi selamanya di Gamping, Joho, Sukoharjo Kota.

Tuntutan warga sudah disampaikan pada pertemuan ditanggapi pihak pemilik pabrik plastik. Mereka meminta diberi waktu sebelum menutup pabrik selamanya. Salah satu alasannya karena pemilik pabrik sedang mempersiapkan tempat usaha baru dan pindah dari Gamping, Joho, Sukoharjo Kota.

Tempat baru untuk mendirikan pabrik plastik kemungkinan menggunakan lahan di wilayah Kawasan Industri Nguter di Kecamatan Nguter. Alasan lain pemilik pabrik meminta waktu juga karena ingin menghabiskan bahan produksi dan perizinan yang dimiliki.

"Awalnya warga meminta pabrik plastik yang limbahnya mencemari lingkungan ditutup sekarang. Tapi setelah di musyawarahkan akhirnya disepakati ditutup sampai batas waktu akhir 31 Juli 2019," ujar Wisnu.

Wisnu menjelaskan, saat pertemuan warga juga meminta agar selama menunggu penutupan agar pabrik plastik beroperasi hanya sampai pukul 21.00 WIB saja. Apabila dipaksaka maka dikhawatirkan terganggu dampak limbah bau dan suara mesin.

Namun permintaan tersebut akhirnya tidak terwujud karena pemilik pabrik menginginkan tetap berproduksi selama 24 jam atau seharian penuh tanpa berhenti. Sebab saat produksi membutuhkan banyak suplai bahan baku.

"Sudah ada kesepakatan bersama dan sejak sekarang sampai batas waktu akhir penutupan akan dilakukan pemantauan bersama. Kami harap hasil ini membuat warga lega dan masalah selesai," lanjutya. (Mam)