Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 10 November 2018 / 10:01 WIB

TELKOMSEL MEMBANGUN JARINGAN HINGGA PELOSOK

Kayuhan Sepeda Towil Hidupkan Potensi Wisata Dusun Bantar

DERU sepeda motor memasuki pekarangan Towilfiets. Disambut jajaran sepeda tua yang berbaris rapi, suara keramaian anak kecil yang berkejaran menghidupkan suasana khas pedesaan. 

Nama Towilfiets sebenarnya diambil dari nama pemiliknya yaitu Muntowil (44) yang akrab disapa Towil dan Bahasa Belanda dari sepeda yaitu fiets. Towilfiets terletak di Dusun Bantar, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo. Kurang lebih berjarak sekitar 15 kilometer arah barat dari pusat Kota Yogyakarta.

Mulanya, Towil bekerja sebagai buyer agent untuk para pembeli handycraft dan furniture dari luar negeri. Pekerjaan yang menyita waktu dan terhimpit target membuatnya memutuskan untuk mencari hobi yang bisa digunakan sebagai waktu bersantai.

"Waktu itu saya mulai menyukai sepeda motor CB. Namun saya merasa kurang nyaman karena menaiki sepeda motor cenderung keras dari segi emosional," ungkap Towil.

Minat Towil terhadap barang kuno, membuatnya berpikir sepeda menjadi benda menarik yang dapat dijadikan sebagai hobi. Sepeda kuno pertamanya berasal dari Kotagede dan diperoleh dari seorang teman yang dulu pernah mengajarinya bahasa inggris saat masih bekerja di Restoran Ramayana Ballet. 

Hobi bersepeda, membawa Towil mendirikan Komunitas Podjok. Komunitas tersebut berkembang dengan pesat karena membawa budaya sepeda di Yogyakarta dan dilengkapi dengan pakaian khas yang nyentrik. 

Kabar adanya Komunitas Podjok terus meluas dan mulai diundang untuk mengikuti berbagai acara. Namun, disaat itupula pekerjaan Towil menjadi terpuruk karena fokus perhatiannya tak lagi pada pekerjaan melainkan pada hobi bersepeda. Towil menjadi sasaran amukan dari pelanggan karena dinilai kurang becus dalam bekerja.


DARI HOBI JADI REJEKI

Berbekal relasi, Towil mulai berpikir untuk mengembangkan hobi bersepeda menjadi sumber pendapatan. Banyaknya kolega dengan para guide di Belanda, membuat Towil berpikir untuk mengenalkan wisata desa pada mereka. 

Wisata desa beda artinya dengan desa wisata. Wisata desa berarti mengenalkan desa dengan apa yang ada di dalamnya tanpa dibuat-buat. Wisata desa lebih realistis, melihat pekerjaan masyarakat sehari-hari.

Berdiri pada bulan November 2007, Towilfiets mengawali keberadaannya dengan membawa enam turis untuk berkeliling desa menggunakan sepeda. Awalnya, anak-anak kecil di kampungnya merasa takut ketika melihat perawakan turis besar dan tinggi, serta kulit yang putih. Namun, lambat laun anak-anak kecil menjadi senang dan selalu menyambut bila ada turis berkeliling. 

Beberapa warga juga sempat merasa heran bercampur kagum ketika ada turis dan wisatawan yang bisa menaiki sepeda. Mereka mengira sepeda berasal dari Indonesia,  padahal sepeda berasal dari Belanda yang dibawa saat masa penjajahan. 

"Dulu tidak ada kata good morning, sekarang jika turis lewat itu adalah sapaan wajib yang biasa diteriakan oleh warga dan anak-anak disini," ungkap Towil. Hal itu menunjukkan sebuah interaksi yang nyata bahwa desa masih membumi.

(Muntowil (44) yang akrab disapa Towil pendiri Towilfiets.) 

Towil juga mengajak turis dan wisatawan untuk masuk ke rumah-rumah warga dan mengenalkan aktivitas yang sedang mereka lakukan. Saat berkunjung ke pengrajin tenun, turis dan wisatawan akan dibekali cara untuk menggunkan alat tenun. Bahkan, diperbolehkan untuk mencoba menggunakan alat tenun. 

Begitupula ketika mengunjungi tempat pembuatan tempe. Turis dan wisatawan akan diajak untuk membuat tempe mulai dari pengupasan kedelai hingga tempe telah jadi dan siap untuk dinikmati. 

Banyaknya potensi desa, membuat waktu sehari terasa kurang untuk mengunjungi semua tempat. Masih banyak tempat lain seperti tempat pembuatan tas, tempat pembuatan pecut, pasar tradisional, sekolah, hingga proses bertani yang dapat dikunjungi.

Beberapa turis dan wisatawan mengaku enggan  untuk  pulang karena merasa tempat ini sangat nyaman dan jauh dari hiruk pikuk gedung tinggi. Penduduk yang ramah juga menjadi daya tarik tersendiri. "Desa ini memang terbuka dengan kunjungan dari turis dan wisatawan, sehingga keberadaan mereka disambut dengan baik," ujar Towil. 

Masyarakat yang rumahnya akan dikunjungi ataupun tempat pembuatan rumahan yang akan dikunjungi tak pernah diberi tahu terlebih dahulu bahwa turis ataupun wisatawan akan mampir. Alasannya, Towil memang ingin membuat desa dan kegiatannya menjadi sesuai dengan keadaan sebenarnya. 

Jika tempat yang dikunjungi kebetulan tutup, maka Towil akan mengajak turis dan wisatawan untuk ketempat lainnya. Begitupula dengan pengenalan tumbuhan. Buah ceplukan akan tetap dikenalkan sebagai buah ceplukan atau dapat juga terlebih dahulu dibahasakan dengan stroberi lokal.

Wisatawan tidak perlu takut untuk mencoba ikut serta dalan proses pembuatan dan memetik buah-buah yang tersedia. Pasalnya, Towil sudah bekerja sama dengan masyarakat desa yang memiliki tanaman atau buah-buahan yang dipetik oleh wisatawan. "Saya ingin mengenalkan potensi desa kepada dunia," ungkap Towil penuh semangat. 


JARINGAN LUAS TELKOMSEL BANTU KENALKAN WISATA TOWILFIETS

Telkomsel berkomitmen memberikan jaringan telekomunikasi terluas di negeri ini. Tak heran, jika setiap waktu, perusahaan pelat merah ini terus menambah coverage dan BTS-nya. Dan bagi orang-orang yang tinggal dan mengabdi di daerah pinggiran, kehandalan jaringan komunikasi, merupakan hal yang sangat utama dan dibutuhkan. Tanpa itu, maka bukan saja daerah yang menjadi semakin terpencil, tapi juga masyarakatnya menjadi terisolir.

Dan Towil juga merasakan benar manfaat dari kehadiran jaringan Telkomsel di daerahnya. Ia mengaku, awalnya sempat khawatir tidak ada jaringan telekomunikasi di wilayah Sentolo yang merupakan daerah pinggiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"Saya harus berkomunikasi dengan kawan-kawan di luar negeri yang membawa wisatawan ke Sentolo. Maka bisa dibayangkan jika tidak ada jaringan internet yang masuk ke desa kami, ini tentu sangat mengganggu dan mematikan usaha kami di bidang pariwisata. Karena mulai dari jadwal kedatangan, jumlah peserta wisata hingga rute bersepeda yang bakal kita lalui harus kita bicarakan lewat internet dan telpon selular," ungkap Towil.

Maka tidak heran jika Telkomsel hadir di pelosok negeri guna mempermudah masyarakat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia luar. Disinilah peran penting operator dengan membangun konektivitas dan interest melalui teknologi, komunikasi, dan informasi yang terintegrasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua pihak dan manufaktur. 

(Compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS Telkomsel hadir di wilayah terpencil.) 

Telkomsel sebagai operator seluler berperan dalam menciptakan konektivitas melalui infrastruktur jaringan yang dibangun. Ketiga pihak yakni device (perangkat), network (jaringan telekomunikasi), serta application (aplikasi digital) harus saling menunjang agar pelanggan dapat merasakan pengalaman terbaik dalam menggunakan smartphone dan dalam menikmati mobile internet juga berbagai layanan digital.

Konektivitas (internet) yang semula hanya digunakan untuk mencari informasi dan berkirim pesan telah bertransformasi menjadi internet of things, self-driving car, dan bahkan robot.

Tak hanya berhenti dalam hal layanan komunikasi dengan wisatawan. Towilfiets juga menyajikan banyak video untuk ditayangkan kepada biro perjalanan atau agent wisata luar negeri agar bisa menarik mereka untuk berkunjung ke desa mereka. Dan Hadirnya layanan broadband Telkomsel memberikan pengalaman mobile digital lifestyle yang sesungguhnya, di mana layanan ini memungkinkan pelanggan untuk dapat melakukan download, upload, ataupun sharing berbagai jenis konten dalam file besar seperti foto, games, aplikasi, dan lain sebagainya dengan lebih baik.

Dengan semakin booming-nya konten video akhir-akhir ini, pengguna Telkomsel juga dapat menikmati konten video di media sosial secara streaming, bahkan live streaming. Begitu pula konten video yang dihadirkan oleh gadget yang memiliki teknologi paling mutakhir, seperti action camera, 360 camera, drone, dan sebagainya.  

General Manager Sales Telkomsel Region Jawa Tengah dan DIY Retno Wardani memandang, kehadiran Telkomsel dapat bernilai tinggi apabila mampu menghadirkan solusi bermanfaat bagi masyarakat secara lebih luas, khususnya menghidupkan pariwisata daerah. “Seperti yang dilakukan mas Towil dan warga Desa Banguncipto tersebut, kami mendorong sekaligus memperkuat jaringan di wilayah pinggir dan berpotensi wisata menarik agar mampu melahirkan inisiatif serta terobosan yang berdampak sosial lebih positif bagi kemajuan Kulonprogo dan DIY umumnya,” kata Retno.

Diharapkan dengan jaringan yang semakin luas dengan ragam layanan menarik, sektor pariwisata di pinggiran Kota Yogya tetap bisa berkembang dengan menumbuhkan minat wisata khusus. Seperti layaknya kayuhan sepeda Towil yang bisa merubah Dusun Bantar, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo menjadi desa internasional karena banyaknya turis asing yang hadir. (Ndw)