Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 28 Oktober 2018 / 13:06 WIB

Tengkleng Balungan, Menu Tersembunyi Bakmi Jawa Pak Margi

YOGYAKARTA merupakan daerah dengan segudang menu makanan khas di Indonesia. Meskipun menu yang sama juga di jajakan di daerah lainnya, rasa khas yang ditinggalkan dari daerah asalnya  memiliki tempat sendiri di hati penikmatnya. Sebut saja gudeg, nasi kucing, bakmi jawa dan masih banyak lagi.

Jika anda berkunjung ke Yogyakarta, warung yang menjajakan menu bakmi jawa bukanlah  hal yang sulit untuk ditemukan. Pada umumnya warung bakmi jawa menjajakan berbagai varian menu khas seperi bakmi godog atau bakmi rebus, bakmi goreng, nasi goreng hingga magelangan dan capcay rebus ataupun goreng. Berbagai menu tersebut adalah menu yang biasa disajikan di warung bakmi jawa pada umumnya.

Berbeda dengan warung bakmi jawa lainnya, Bakmi Jawa Pak Margi menawarkan menu lain yang tak kalah menarik bernama Tengkleng Balungan atau biasa dikenal dengan Rica-Rica Tulang Ayam. Tulang Ayam Kampung yang dagingnya telah digunakan untuk menu lainnya diolah sedemikian rupa dan melahirkan sebuah menu baru yang tak kalah spesial. 

Warung yang berada di Jl. Cempaka Baru, Dero, Condongcatur, Depok, Sleman ini menawarkan menu Tengkleng Balungan dengan harga yang cukup terjangkau. Hanya Rp 20 ribu dan anda bisa menikmati seporsi besar rica-rica tulang ayam ini. Cara memasaknya pun cukup mudah. Mulanya, bumbu rempah seperti bawang putih dan merica dimasukkan kedalam minyak yang sudah panas lalu diberi kaldu ayam. Lalu masukkan tulang yang telah di potong, tambahkan kecap dan saus kemudian diamkan hingga mendidih.

Seporsi rica-rica ayam siap santap dan menjadi menu rahasia Bakmi Jawa Pak Margi (Nabila KH)

Warung ini buka mulai pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari. Meski begitu, tak jarang warung ini harus tutup lebih awal karena banyaknya pesanan yang datang. Cara memasaknya yang masih tradisional dengan menggunakan arang ditambah dengan ramainya pengunjung yang datang membuat para pengunjungnya harus rela mengantri bahkan hingga satu jam untuk menikmati makanan ini. (Nabila Khoirunnisa Harliani)