DIY Editor : Agus Sigit Minggu, 28 Oktober 2018 / 00:15 WIB

SIAP NGURI-URI BUDAYA DIY

Joyokusumo Centre Resmi Diluncurkan

YOGYA, KRJOGJA.com - Sebuah lembaga sosial yang fokus 'nguri-uri' budaya khususnya seni tradisi Jawa, Joyokusumo Centre resmi diluncurkan di Gadri Resto Ndalem Joyokusuman pada Sabtu sore (27/10). Joyokusumo Centre berusaha membantu mengoptimalkan program-program budaya, pendidikan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), kesehatan dan sebagainya di kabupaten/kota se-DIY kedepannya.
 
Ketua Joyokusumo Center BRAy Hj Nuraida Joyokusumo mengaku Joyokusumo Center dirintis oleh almarhum suaminya, GPBH Joyokusumo sejak 35 lalu yang kini coba diteruskannya kembali.  GPBH Joyokusomo tidak lain merupakan salah satu putra Sultan Hamengku Buwono IX dan adik kandung dari Raja Kraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X telah mengawangi mengenalkan budaya Kraton Yogyakarta kepada masyarakat luas baik dalam maupun mancanegara.
 
"Banyak tamu-tamu dari tokoh-tokoh dunia hingga artis kenamaan sudah berkunjung ke rumah ini. Kehadiran mereka kesini bisa mengenal konsep rumah Jawa, makanan dan minuman kesukaan Raja Kraton Yogyakarta, tarian ciptaan Sultan dan lain-lain sehingga rumah ini sudah menjadi living museum," ujar Nuraida Joyokusumo kepada KR disela-sela peluncuran Joyokusumo Centre yang dihadiri Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi beserta istri dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Nuraida Joyokusumo menyampaikan setelah berhasil mengenalkan rumah khas Jawa beserta masakan dan tari-tarian yang akhirnya memikat wisatawan khususnya wisatawan mancanegara (wisman), melalui Joyokusumo Centre inilah dirinya dan tim akan membantu untuk mengembangkan potensi masing-masing kabupaten/kota di DIY agar mampu berkembang pesat dan magnet bagi wisatawan.

"Kami ingin mewujudkan pengembangan budaya setempat secara terpadu mulai  dari seni tradisi, kerajinan, makanan tradisional dan sebagianya. Kami juga ingin membuat kunjungan wisatawan bertambah dan lama tinggalnya di DIY lebih lama, melatih UKM seperti kemasan, legalitas, pemasaran online dan sebagainya," tutur wanita yang pandai memasak makanan khas kraton dan ibu tiga anak tersebut.

Perwakilan dari Joyokusumo Centre Rommy menambahkan kehadiran Joyokusumo Centre ini memang untuk meneruskan upaya melestarikan seni budaya dan tradisi Jawa yang telah dirintis almarhum GPBH Joyokusumo sejak 35 lalu. Sebagai lembaga sosial, Joyokusumo Centre yang  mempunyai tagline 'Nyawiji, Ngabekti, Migunani' ini  memfokuskan diri pada pengembangan sejumlah program khususnya seni budaya tradisi DIY, mendukung pengembangan produk UKM DIY, merintis pengembangan program pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

"Sasaran kita utamanya perempuan, anak-anak, inklusi dan kelompok renta untuk pemberdayaan masyarakat. Kita juga ingin bersinergi untuk memaksimalkan dan mendukung program-program Pemerintah Daerah maupun komunitas setempat," imbuh Rommy. (Ira)