Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 26 Oktober 2018 / 13:10 WIB

PEMINDAHAN PASAR HEWAN SEMANGGI MENDESAK

Masih Kesulitan Cari Lahan Pengganti

SOLO, KRJOGJA.com - Pasar Hewan Semanggi mendesak segera dipindahkan, terkait pencemaran yang kian parah, terutama bau menyengat, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih kesulitan mencari alternatif lahan pengganti. Pasalnya, lokasi pemindahan mesti memenuhi sejumlah persyaratan diantaranya jauh dari permukiman penduduk, luas lahan memadai, kemudahan akses transportasi, dan sebagainya.

Menjawab wartawan, di balaikota, Jumat (26/10/2018), Kepala Dinas Perdagngan (Disdag), Subagyo, mengungkapkan, semula Pemkot Solo mengincar lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di kawasan ring road Utara. Hanya saja, alternatif itu dikesampingkan dulu, sebab pemanfaatan lahan tersebut memerlukan proses administrasi cukup panang dan memakan waktu lama, lalu beralih ke lahan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Dari sisi luas lahan yang dibutuhkan, kepemilikan, serta akses transportasi, jelas Subagyo, hampir tidak ada persoalan, namun kawasan tersebut berada pada lingkungan permukiman penduduk. Padahal, pemindahan Pasar Hean ke lokasi lain, lebih disemangati faktor menjauhkan dengan permukiman penduduk, agar termemunculkan dampak pencemaran. "Hingga saat ini, masih dilakukan kajian-kajian, termasuk kemungkinan memanfaatkan teknologi untuk menekan pencemaran," jelasnya.

Kondisi Pasar hewan Semanggi, menurut Subagyo, memang cukup mengganggu, terutama akibat pencemaran berupa bau menyengat. Perbaikan instalasi limbah yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu, ternyata beum mampu menyelesaikan masalah pencemaran. Padahal, tak jauh dari Pasar Hewan, terdapat beberapa sekolah, dan tahun depan juga beroperasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sehingga realisasi pemindahan fasilitas perdagangan ini dinilai sangat mendesak.

Di sisi lain, Walikota FX Hadi Rudyatmo mengisyaratkan, pemindahan Pasar Hewan Semanggi ke lokasi lain dapat dipercepat, sebab bau menyengat sangat menggangu warga sekitar, termasuk aktivitas belajar mengajar. Tak menutup kemungkinan, pencemaran bau tersebut juga akan mengganggu aktivitas di RSUD Semanggi yang dijadwalkan akan beroperasi Agustus 2019 mendatang. 

Dahulu, tambah pria yang akrab disapa Rudy, Pasar Hewan Semanggi memang jauh dari permukiman penduduk, namun perkembangan kota menawarkan lain, bahkan kawasan Semanggi diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sementara ini, lokasi pemindahan masih mengarah ke lahan milik Pemkot Solo di kawasan TPA Putri Cempo. Jika nanti timbunan sampah yang menggunung di TPA Putri Cempo telah diolah menjadi energi listrik, lahan yang tersedia jauh lebih luas, dan realtif jauh dari permukiman penduduk.(Hut)