Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 25 Oktober 2018 / 16:40 WIB

BTN Siap Restrukturisasi Debitor Korban Bencana

JAKARTA, KRJOGJA.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk  telah memberikan fasilitas restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak gempa maupun tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).  

Adapun jumlah debitor konsumer yang sudah mendapatkan fasilitas restrukturisasi  hingga 23 Oktober 2018 adalah sebanyak 503 debitur. Dengan nilai pokok kredit KPR dari debitur mencapai Rp 589 miliar. Demikian dikaakan Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Kamis (25/10).

Menurut Maryono  berdasarkan laporan tim gabungan Business Continuity Management (BCM) tercatat sebanyak 7.870 debitur kredit konsumer yang sudah terinventarisi terdampak oleh bencana alam di Sulteng, 28 September. Namun hingga saat ini, tim BCM masih dalam proses menginventarisi sekitar 931 debitor kredit konsumer di wilayah tersebut. 

"BTN memiliki sebanyak 10.118 debitur kredit konsumer di Sulteng, dengan nilai pokok kredit keseluruhan senilai Rp 742,05 miliar. Untuk debitor yang rumahnya rusak, baik rusak ringan maupun berat diberikan sejumlah fasilitas restrukturisasi dengan ketentuan pola restrukturisasi grace period dengan jangka waktu 2 tahun. Ada juga diskon tunggakan bunga dan denda hingga 100 persen dan pernyataan lancar bagi debitor yang terdampak sampai jangka waktu grace period berakhir, dan BTN juga akan memberikan kemudahan persyaratan restrukturisasi," kata Maryono. 

Sementara untuk proses hapus buku, Maryono menjelaskan, hal tersebut berlaku untuk rumah atau agunan yang terkena dampak likuifikasi dan debitur menjadi korban meninggal dunia atau belum ditemukan maka kreditnya dapat diproses hapus buku untuk selanjutnya diusulkan hapus tagih.
 
“Bagi debitor yang meninggal dunia atau belum ditemukan namun masih ada ahli warisnya dapat diproses asuransi jiwanya dengan persyaratan yang meringankan," kata Maryono. (Lmg)