Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 25 Oktober 2018 / 13:43 WIB

Rupiah Melemah, Penukaran Dollar AS di Money Changer Malah Sepi

Yogya, KRJOGJA.com – Sudah hampir seminggu ini nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada pada rentan level Rp15.175 hingga Rp 15.200. Menguatnya Dolar Amerika Serikat yang membuat rupiah kian terpuruk ternyata tidak begitu berpengaruh pada transaksi Money Changer di Yogyakarta.

Staff Pemasaran Intravalas Panembahan Senopati, Waluyo Dwi Santosa mengungkapkan sejauh ini tak banyak warga Yogyakarta yang memanfaatkan kondisi lemahnya rupiah untuk menukar dolar. Padahal, saat terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997 perusahaan mengalami kerugian hingga Rp9 juta dalam satu jam. "Untuk saat ini tidak ramai pengunjung, beda dengan krisis pada tahun 1997 silam," ungkapnya pada KRJOGJA.com.

Dia menjelaskan rupiah tidak hanya melemah terhadap dolar AS, tetapi juga hampir dengan semua mata uang Asia Tenggara. Namun, daya beli masyarakat saat ini rendah karena lebih memprioritaskan kebutuhan primer dan tidak konsumtif. Selain itu valas dianggap sebagai suatu barang yang mewah. 

"Dollar AS yang dimiliki masyarakat merupakan sisa yang disisihkan untuk bermain valuta asing (valas). Jumlahnya pun sedikit. Semoga Rupiah menguat kembali di level Rp14.500 dan Rp14.200 seperti sebelumnya."

Dia menambahkan nilai kurs saat ini sudah tidak realistis, karena sudah terlalu tinggi dan hanya bisa bertahap kembali normal atau turun secara bertahap agar Money Changer bisa mengantisipasi. (Rizky Aditya Taruna)