Olahraga Editor : Danar Widiyanto Senin, 22 Oktober 2018 / 10:30 WIB

Heri Andriyanto Sabet Sabuk Emas Bupati Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Heri Andriyanto, petinju sasana Hery Academy Purworejo berhasil merebut Sabuk Emas Bupati Purworejo dalam partai puncak pertandingan tinju di GOR WR Supratman, kemarin malam. Petinju putra daerah Purworejo itu menang angka dari Ishak Junior, petinju Jakarta. 

Keduanya bertanding dalam kelas Welter Junior 63,51 kilogram. "Menang angka dalam pertandingan delapan ronde," kata promotor tinju, Suprapto.

Dalam gelaran tersebut, turut dipertandingkan partai tambahan amatir kelas 63,51 kilogram antara Hendy Luis dari sasana Master BC Gunungkidul melawan Muhammad Efendi dari Wilson BC Banjarnegara. Hendi Luis menang TKO pada ronde kedua.

Kelas 57,16 kilogram bertanding Kino sasana Wangunrejo BC Purworejo melawan Romadhon dari Bulungan BC Jakarta. Romadhon menang angka di ronde tiga. Kelas 52,17 kilogram bertarung Iwan Readi dari The Balde BC Purwokerto menantang Praditia Alfaris Wilson BC Banjarnegara, dimenangkan Praditia Alfaris dengan kemenangan TKO ronde tiga.

Untuk kelas 72,68 kilogram berlaga Muhammad Hernawan dari Hery Academy BC Purworejo menantang Rinkobar dari Satria Menoreh BC Kulonprogo. Muhammad Hernawan menang angka pada ronde ketiga. 
Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mendapat kehormatan memasangkan sabuk emas kepada Heri Andriyanto. Dalam pertandingan yang disaksikan ratusan warga Purworejo itu, turut datang mantan petinju nasional Chris John.

Menurutnya, pertandingan tersebut merupakan upaya insan tinju nasional menggali potensi atlet berbakat di daerah. "Agar misi tercapai, tentu butuh kontinyuitas dan kami berencana menjadikan even Sabuk Emas Bupati Purworejo sebagai agenda tahunan," tegasnya kepada KRJOGJA.com, usai pertarungan, Senin (22/10/2018).

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengatakan, pertandingan tersebut sangat ditunggu karena menjadi hiburan masyarakat. "Sudah lama sekali tidak ada pertandingan tinju di Purworejo. Jadi tentu sangat menarik dan membanggakan, karena juara utamanya adalah putra asli Purworejo," ucapnya.

Agus Bastian menambahkan, Purworejo berpotensi melahirkan petinju berbakat. Untuk mewujudkannya, katanya, tempat berlatih dan frekuensi pertandingan harus diperbanyak. 

Sementara itu, Chris John menambahkan, kemampuan dan teknik bertinju akan semakin terasah dengan semakin lamanya jam terbang. "Bagus untuk meningkatkan kualitas juga untuk mencari petinju berbakat," tandasnya.(Jas)