DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 18 Oktober 2018 / 15:10 WIB

Soto Sampah, Irisan Koyornya Sangat Menggoda

“Don’t judge a book by it’s cover”. Mungkin kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan salah satu tempat kuliner yang ada di Yogyakarta ini. Ya, namanya adalah soto sampah. Ketika pertama kali mendengar namanya saya sempat berpikir tempat ini menjual soto yang seperti apa sehingga dijuluki dengan nama soto sampah. Tapi anehnya, saat pertama kali datang ke tempat tersebut, pemandangan yang terlihat pertama kali adalah ramai.

Sudah pukul 10 malam namun warung soto sampah semakin ramai dikunjungi pembeli. Junianto (36) selaku pemilik warung soto sampah generasi ketiga mengatakan soto sampah ini memang selalu ramai jika sudah jam 10 keatas. Namanya yang unik ternyata muncul sejak tahun 2009. Dinamakan soto sampah karena cara penyajiannya yang cukup berantakan atau acak-acakan sehingga para pengunjung yang menamainya dengan sebutan soto sampah. Tapi jangan khawatir soal rasa. Kelezatan soto sampah cukup bisa menghangatkan untuk menghadapi dinginnya malam Kota Yogyakarta.

Warung ini memiliki beberapa tawaran menu soto, yaitu soto biasa atau koyor, soto ayam dan soto daging. Jika pada umumnya soto dihidangkan dalam mangkuk, berbeda dengan soto sampah yang dihidangkan dalam sebuah piring. Dengan kuah kaldu yang bening dicampur dengan beragam bumbu serta rasa rempahnya yang cukup kuat, racikan soto sampah terdiri dari  kol, tauge, sohun dan daun seledri. Yang menjadi ciri khas dari soto sampah ini yaitu menggunakan koyor sapi. Jika pada umumnya soto menggunakan daging sapi dan daging ayam, di warung ini juga menyediakan soto dengan bahan koyor sapi yang menjadi andalannya. 

Soto koyor buka mulai dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam, kemudian lanjut lagi pukul 9 malam sampai jam 3 subuh. Jadi, bisa dikatakan soto sampah buka selama 24 jam. Pengunjung yang ramai makan di soto sampah banyak dari kalangan mahasiswa. Hal ini karena harganya yang sangat terjangkau dan cukup membuat perut kenyang. Harga soto sampah sendiri dipatok mulai dari harga Rp 6000. 

Akses menuju soto sampah pun terbilang mudah karena lokasinya yang berada di pusat kota Yogyakarta. Berada di dekat tugu putih, ke utara menuju SPBU Kranggan kemudian masuk ke Jalan Kranggan yang tepat berada di depan SPBU. Di warung ini juga menyediakan beragam jenis lauk-pauk untuk menemani menyatap soto sampah, seperti gorengan, jeroan, tahu, tempe, sate telur puyuh, kepala ayam, ceker ayam, sate usus serta banyak lagi. 

Soto sampah bisa dikatakan sebagai tempat kuliner yang cukup populer. Karena beberapa artis juga pernah bertandang ke warung tersebut, seperti Viki Nitinegoro, Pepi, Derby Romero, Katon Bagaskara, Butet dan masih banyak lagi. Jika kebanyakan soto diburu pada pagi atau siang hari, berbeda dengan soto sampah yang paling ramai diburu selalu pada malam hari. (Guntur Mulyadi)