Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 16 Oktober 2018 / 15:10 WIB

Berbekal Koordinat Penyintas, Tim SAR Jemput Pendaki Tersesat

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Dua orang pendaki Gunung Lawu asal Kabupaten Sragen dievakuasi tim SAR gabungan akibat berbagai kendala yang dialami para penyintas itu. Seorang tersesat sedangkan lainnya cidera.

Mereka dari kelompok pecinta alam salah saru SMK di Sragen SMK yang naik dari posko pendakian Candi Ceto pada Sabtu (13/10/2018) pukul 20.50 WIB. Total sebanyak delapan orang, termasuk korban asal Jiparan, Masaran, Muhamad Salman (18) temannya asal Sidoharjo, Sragen, Windi (18).

“Laporan masuk ke kami pada Minggu (14/10/2018) pukul 21.00 WIB. Awalnya, Salman berniat mencari air sampai tertinggal dari rombongan. Ia mencari jalur sampai tersesat. Ia sempat berkomunikasi ke kakaknya untuk mengabarkan situasi. Saat itu, posisinya di pos V. Sedangkan rombongan berkemah di pos IV. Dalam komunikasi ke kakaknya via whatsapp, Salman mengirim posisinya lewat GPS,” kata Wakabid Ops SAR Karanganyar, Muhammad Rosyid al Fauzan kepada KRJOGJA.com, Selasa (16/10/2018).

Selain mengabarkan ia tersesat, Salman kepada kakaknya bernama Yasir, juga memberitahu tubuhnya lemah dan kehabisan bekal. Oleh keluarga korban, informasi itu diteruskan sukarelawan seperti SAR Karanganyar, AGL dan Reco.

“Dari aplikasi WA, share location diteliti koordinatnya. Hasilnya, ia berada di sisi kanan Gupakan Menjangan via Candi Ceto, tepatnya di perengan bukit. Kemudian kita kirim tim TRC dan SRU pada Minggu (14/10/2018) pukul 22.00 WIB,” katanya.

Setelah dua tim SRU meluncur dan disusul tim lainnya pada Minggu malam sampai Senin (15/10/2018) dini hari, Salman berhasil ditemukan pagi harinya.

“Sebelum operasi lanjutan pagi harinya, Salman sudah ditemukan SRU yang berangkat semalam. Kemudian tim lain kontak agar mendampingi turun rombongan teman-teman Salman dari pos 4. Kebetulan sampai di pos II, salah satu anggota rombongan atas nama Windi, kakinya terkilir. Kemudian kita tandu turun serta dipanggilkan dokter,” katanya.

Fauzan mengatakan tak mudah menghubungi Salman lewat ponsel. Sinyal operator seluler di daerah pendakian tak bagus.

Salah satu Anggota Sukarelawan Candi Ceto (Reco), Nardi mengatakan korban dan keluarga bertemu di camp pendakian Candi Ceto usai operasi penjemputan.

“Kondisi sehat. Sudah bertemu dengan keluarganya,” katanya. (Lim)