DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 14 Oktober 2018 / 05:30 WIB

Selokan Mataram dan Sejarah yang Hampir Dilupakan

JIKA kita berkunjung di wilayah seputaran daerah dekat Kampus UGM, perkampungan di Sleman dan sekitarnya, terdapat aliran sungai yang membelah kawasan tersebut.  Aliran sungai itu dikenal dengan nama Selokan Mataram yang dibuat pada masa kolonial Jepang. Selokan Mataram atau yang memiliki nama lain Kanal Toshiro merupakan Monumen "Tahta untuk Rakyat" peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.  

Kanal Toshiro dibangun atas lobbying yang dilakukan Sri Sultan HB IX dengan tujuan untuk melindungi rakyatnya dari kerja paksa romusa. Keberhasilan lobbying yang dilakukan Sri Sultan HB IX kepada Jepang untuk membangun aliran sungai menjadikan kemakmuran dan  kemandirian warga Jogja yang dapat dirasakan sampai sekarang.

Dahulu, saluran ini juga dibuat untuk mengairi sawah dan ladang petani terutama di bagian utara Yogyakarta agar bisa berproduksi sepanjang tahun. Pembangunan Selokan Mataram ditujukan untuk mengairi lahan pertanian di Yogyakarta karena pada masa itu,  wilayah pertanian Yogyakarta cenderung gersang dengan hasil pertanian yang minim. Aliran irigasi Selokan Mataram memiliki panjang lebih dari 30 km dari Sungai Progo bagian barat sampai Sungai Opak bagian timur.

Namun,  sejarah ini ini sering kali dilupakan bahkan tidak disadari oleh kebanyakan masyarakat Yogya maupun masyarakat luar Yogya yang menetap di Yogya untuk sementara waktu. Hal ini tentu sangat disayangkan. Alangkah baiknya jika masyarakat yang berada di Yogya baik yang menetap sebentar atau menetap lama dapat mengetahui sejarah fenomenal tersebut.

Keresahanan sejarah masa lalu mengenai Selokan Mataram diungkap oleh CEO Johja Bay Waterpark Bambang Suroso saat mengadakan konferensi pers peresmian wahana baru Museum air pada Sabtu (13/10/2018). Permasalahan ini kemudian diangkat oleh Jogja Bay Museum Waterpark dan menjadikannya sebagai hal yang perlu untuk diberantas.

Jogja Bay Waterpark membuka wahana baru Museum air "Water for Life" yang didalamnya memuat space khusus untuk menilik kembali histori tentang Selokan Mataram. "Ada yang istimewa dalam wahana Museum baru kami,  yaitu histori dari Selokan Mataram dimana tidak banyak orang tahu," kata Bambang Suroso,  CEO Jogja Bay Waterpark.

Harapannya, dengan diresmikannya wahana baru Museum Air ini juga dapat menambah kepekaan masyarakat Jogja mengenai sejarah tempat-tempat tempat yang memiliki nilai histori di Yogyakarta. (Ayuseptiani Asari Putri/ KR Academy)