Peristiwa Editor : Ivan Aditya Jumat, 05 Oktober 2018 / 23:36 WIB

Cadangan Devisa Tersisa 114,8 Miliar Dolar Amerika

JAKARTA, KRJOGJA.com - Cadangan devisa September tinggal US$114,8 miliar merosot US$3,1 miliar jika dibandingkan Agustus yang masih US$117,9 miliar. Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan mengatakan penurunan cadangan devisa disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Penurunan cadangan juga disebabkan oleh stabilisasi nilai tukar rupiah yang belakangan ini terus merosot. "Namun, Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujarnya.

Junanto mengatakan jumlah cadangan devisa tersebut masih cukup untuk menutup pembiayaan sekitar 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.

Sejak awal tahun, jumlah cadangan devisa Indonesia terus menyusut untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Pada Januari 2018, devisa Indonesia sebanyak US$131,98 miliar dengan posisi rupiah di kisaran Rp13.400 per dolar AS.

Namun, pada Februari jumlahnya berkurang menjadi US$128,06 miliar. Lalu, pada Maret menjadi US$126 miliar, April US$124,9 miliar, Mei US$122,9 miliar, Juni US$119,8 miliar, dan Juli US$118,3 miliar.

Di tengah terkurasnya cadangan devisa tersebut, nilai tukar rupiah terus merosot. Akhir pekan ini, rupiah bertengger di level Rp15.183 per dolar AS. (*)