Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 05 Oktober 2018 / 09:57 WIB

Nexgen, Cara Mudah Belajar Bahasa Inggris

 

 

JAKARTA, KRJOGJA.com - Nexgen English online, co. , perusahaan aplikasi berbahasa inggris asal California, AS meluncurkan neo, sistem pembelajaran Bahasa Inggris secara global dan perdana di Indonesia, Rabu (3/10/2018). Neo merupakan solusi pembelajaran terintegrasi ponsel pertama untuk memperoleh kemahiran berbahasa inggris yang mampu beradaptasi dengan perkembangan pembelajaran pengguna melalui kecerdasan buatan dan sistem pengenal suara. 

Nexgen English Online, co. mendapatkan lisensi eksklusif distribusi konten pembelajaran bahasa inggris dari DynEd International, perusahaan terkemuka di bidang perangkat lunak yang sudah berdiri sejak 32 tahun dengan total 25 juta pengguna (murid-red) di seluruh dunia.

Globalisasi telah  cepat terjadi dan hal ini semakin dimungkinkan dengan berkembangnya teknologi ponsel untuk berkomunikasi. Perkembangan teknologi telah mendorong tingkat perubahan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Pada tahun 2011, istilah ‘Revolusi Industri ke-4’ (4IR) mulai diperkenalkan dan sejak saat itu banyak hal telah berubah menuju ke era dunia digital.

Global CEO Nexgen English Online co. & Dyned International, Ian Stuart Adam menjelaskan bahwa  4IR pada akhirnya akan mempengaruhi setiap orang dan perusahaan harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat sesuai dengan segmen pasarnya masing-masing. 

"Globalisasi dan 4IR menciptakan kesempatan serta tantangan baru baik untuk pelaku bisnis serta karyawannya. Individu yang melakukan kerja remote dapat menjadi tenaga kerja kompeten bagi perusahaan di luar negaranya, suatu yang sebelumnya hanya memungkinkan bagi bisnis besar. Tenaga kerja global dari berbagai bidang sekarang menjadi mungkin bagi perusahaan yang mampu beradaptasi dengan 4IR,” ujar Ian Stuart di Jakarta, Selasa (3/10/2018).

Saat ini, mempelajari Bahasa Inggris menjadi lebih mudah dengan perkembangan platform digital. Teknologi ponsel akan menawarkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki kepada lebih banyak orang di seluruh dunia dan juga memperluas penggunaan kecerdasan buatan. Konten yang dipersonalisasi juga menjadi kunci dari teknologi pembelajaran digital. (Fon)