DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 04 Oktober 2018 / 09:29 WIB

Kesadaran Warga Bantul Berikan Imunisasi Tinggi

BANTUL, KRJOGJA.com - Kesadaran warga Bantul untuk memberilkan imunisasi bagi anak-anak dan bayi termasuk tinggi. Hal ini dilihat dari cakupan imunisasi yang dilakukan di tiap kecamatan menunjukkan prosentase tinggi.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pemberian imunisasi untuk mengantisipasi suatu penyakit diperbolehkan. “Imunisasi bersifat mencegah. Lebih bagus melakukan pencegahan dan antisipasi suatu masalah atau penyakit dari pada tidak,” ujar Dosen D3 Kebidanan Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta dan juga anggota Gugus Penjamin Mutu Febrina MPH.

Baca juga :

MUI Pusat : Imunisasi Hukumnya Wajib

DKK Sukoharjo Belum Laksanakan Imunisasi MR

Febrina menambahkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya pada lingkup DIY, hasil cakupan imunisasi sementara termasuk cukup tinggi. Termasuk di Kabupaten Bantul, cakupan pelaksanaan imunisasi juga tak kalah tinggi. Dengan imunisasi, penyakit kebutaan dan gangguan tumbuh kembang anak dapat dicegah.

“Imunisasi MR dilaksanakan pasca adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) di kawasan Sumatera sehingga khusus MR dibuatkan booster ulangan dengan cakupan umum kisaran sembilan bulan hingga 18 bulan. Selanjutnya imunisasi akan dilakukan kembali pada kelas 1 SD atau sederajat,” tuturnya. (Aje)