Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 01 Oktober 2018 / 12:42 WIB

Sun Marino Tawarkan Pendidikan Berorientasi Kewirausahaan

BAGI banyak lulusan SMA atau sederajat, kuliah di perguruan tinggi ternama adalah suatu impian. Target berikutnya, begitu lulus kuliah langsung diterima kerja. Syukur bila diterima di sektor formal atau bila tidak, harapannya dapat tersaring masuk perusahaan bonafit.

Tetapi, tak semua harapan seindah kenyataan. Tak sedikit lulusan PTN/PTS favorit harus nganggur sekian waktu lantaran kesulitan mendapat pekerjaan sesuai keinginan. Menurut Direktur lembaga diklat hotel dan kapal pesiar Sun Marino, Arya Ariyanto, lulusan SMA masih berpeluang beroleh masa depan cerah meskipun tak lolos masuk PTN/PTS favorit.

"Orang tua apalagi yang punya duit tentu akan mengarahkan anak agar mau kuliah atau masuk pendidikan ikatan dinas. Biar setelah lulus diangkat PNS. Walaupun persaingan ketat. Tetapi pada kenyataannya, bagi yang kuliah,  perguruan tinggi tak menjamin lulusannya langsung dapat kerja. Bahkan banyak yang akhirnya harus nunggu lama sampai dapat pekerjaan," terangnya, Senin (1/10) siang ditemui di kantornya Grha AO Jalan Kabupaten 7 Trihanggo, Sleman.

Orientasi terhadap pekerjaan kantoran atau perusahaan bonafit alternatif bila gagal jadi PNS menjadi musabab lulusan PTN/PTS rela menganggur. Padahal, menurut Arya, bila mereka mau buka usaha biarpun kecil, peluang rezeki sangat terbuka. “Cuma ya itu, banyak orangtua malah nangis bila mereka tahu anaknya buka warung soto atau buka warung tenda pecel lele. Padahal dari situ mereka dapat belajar menapaki wirausaha,” imbuh Arya.

Arya membandingkan, satu kampus perguruan tinggi di Malaysia punya kekuatan justru pada orientasi terhadap para lulusan setelah rampung kuliah. Para lulusan diarahkan kampus agar mereka jadi pengusaha. Sebagai insan pariwisata, Arya menilai secara realistis mencari pekerjaan di perhotelan dan kapal pesiar mudah. Asalkan punya pengalaman on the job training, sudah bisa langsung kerja.

"Yang penting dapat kerja dulu, hemat saya. Perkara sudah kerja mau mengasah otak dan kemampuan dengan kuliah itu lebih baik,” ujarnya. Di Sun Marino sendiri menurut  Arya, pendidikan berorientasi kerja sekaligus wirausaha. Peserta didik diarahkan agar bisa bekerja keliling dunia, usai itu pulang jadi pengusaha. (*)