Gaya Hidup Agregasi    Senin, 01 Oktober 2018 / 06:49 WIB

Banyak Kasus Kelainan Jantung Bawaan Tidak Disadari

PENYAKIT jantung masih menjadi penyakit mematikan nomor 'wahid' di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) merupakan organisasi kesehatan dunia mencatat ada 56,5 juta kematian di dunia, 31 persen atau 17,5 jutanya disebabkan oleh penyakit jantung.

Maka dari itu, penting juga selain memahami macam penyakit jantung. Selain jenis jantung koroner, serangan jantung dan penyakit jantung bawaan, ada juga penyakit rematik.

Dr. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI), mengatakan fakta menunjukkan bahwa banyak kasus kelainan jantung bawaan yang tidak terdeteksi sejak dini dan tidak tertangani dengan baik dari awal .

“Banyak faktor yang mendasari hal ini diantaranya kurang pahamnya masyarakat untuk mengenali gejalanya . Dan tercatat masih banyaknya jumlah anak - anak yang terlahir dengan kelainan jantung bawaan,” katanya, belum lama ini.

"Sudah saatnya kita menyayangi, menjaga kesehatan jantung kita sendiri dan mereka yang kita sayangi. Untuk itu YJI banyak menggelar program kegiatan yang dapat diikuti dengan mudah dan cuma-cuma , juga konsultasi dengan dokter ahli ” tambahnya.

Seperti diketahui, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengajak setiap individu untuk berjanji kapada diri sendiri dan mengajak sekelilingnya untuk hidup lebih sehat. YJI juga sekaligus memperkenalkan kepengurusan barunya dalam rangka regenerasi untuk masa bakti 2018 - 2023, yang dilantik pada tanggal 5 September 2018 lalu.

Esti Nurjadin terpilih sebagai Ketua Umum, menggantikan Syahlina Zuhal yang telah menyelesaikan periode masa baktinya di tahun 2018 ini. Esti akan meneruskan legacy Yayasan Jantung Indonesia yang telah didirikan sejak 1974. Ia menuturkan bahwa dengan kepengurusan yang baru dan jajaran semangat muda ini diharapkan lebih mensosialisasikan kesadaran akan gaya hidup sehat ke kelompok usia remaja dan anak - anak, agar Indonesia memiliki kelompok usia produktif yang sehat sehingga dapat mendorong roda perekonomian Indonesia. (*)