Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 24 September 2018 / 05:53 WIB

Jalur Wisata Geowisata di Padang Dipertajam

PADANG, KRJOGJA.com – Potensi geowisata Sumatera Barat (Sumbar) diperkuat. Daya saingnya ditingkatkan melalui Penyusunan Jalur Geowista. Lokasinya berada di Geopark Ranah Minang dan 9 spot potensial lainnya. Muaranya, peningkatan kunjungan wisatawan.
 
Langkah strategis dilakukan stakeholder pariwisata. Focus Group Discussion (FGD) pun digelar Senin (24/9). Lokasinya ada di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang, Sumbar. Tema besarnya PGD Penyusunan Jalur Wisata Geowisata. Treatment ini sebagai jawaban atas melimpahnya potensi alam, terutama di area Sumbar. Selain, Geopark menjadi daya tarik wisata unggulan Indonesia.
 
“Penuysunan Jalur Wisata Geowisata dai Ranah Minang jadi sesuatu hal yang penting. Saat ini ada banyak potensi alam di sini. Jadi, saat ini penguatannya pada indestifikasi potensinya. Sebab, ada banyak yang harus disiapkan dalam Penyusunan Jalur wisata,” ungkap Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan, Senin (24/9).
 
Untuk menggulirkan konsep Penyusunan Jalur Wisata harus dilakukan pada sebuah geopark. Geopark ini mendapat pengakuan status nasional atau pun dunia dari Unesco. Geopark ini merupakan program tourism sustainable. Konsep sustainable yang diusung berupa konservasi alam dan pemberdayaan dari komunitas masyarakat.
 
Pemberdayaan masyarakat bermuara pada sustainable ekonomi. Artinya, posisi geopark ini memiliki basis berupa kekuatan ekonomi yang luar biasa. “Posisi geopark di Sumbar dalam tahap menginspirasi. Jadi, geopark harus memiliki value kuat berupa ekonomi. Sustainable yang dilakukan ini menggunakan pendekatan ekonomi. Dan, geopark ini harus berorientasi kepada ekonomi,” katanya.
 
Mengacu pada potensinya, Sumbar memiliki 9 geopark. Geopark itu diantaranya, Ngarai Sianok (Agam dan Bukitinggi), Danau Maninjau (Agam), Terusan Kamang Mudiak (Agam), Silokek (Sijunjung), juga Lembah Harau (Limapuluhkota). Ada juga Danau Singkarak (Tanah Datar dan Solok), Goa Batu Kapai (Solok Selatan), Situs Pertambangan (Sawahlunto), hingga Danau Kembar (Solok). (*)