Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 24 September 2018 / 12:10 WIB

LPG 3 Kg Langka di Temanggung, Apa Penyebabnya?

TEMANGGUNG, KRJOGJA.COM - PT Pertamina (Persero) menduga kelangkaan Liquified ‎Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilo gram (kg) di Temanggung, disebabkan oleh petani tembakau yang mengeringkan hasil panennya menggunakan bahan bakar tersebut.

‎Unit Manager Communication & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, mengatakan indikasi sulitnya warga mendapatkan LPG 3 kg di Temanggung, murni karena ada peningkatan kebutuhan saat musim panen tembakau.

LPG bersubsidi ini dialihfungsikan oleh petani untuk mengeringkan tembakau atau yang biasa disebut dengan omprongan.

"Padahal pemerintah sebelumnya telah menghimbau petani untuk menggunakan oven batu bara, cangkang sawit, cangkang kemiri, kayu turi, atau elpiji 12 kilogram untuk kegiatan omprongan ini, mengingat jumlah bahan bakar yg diperlukan sangat banyak dan dapat menganggu pasokan LPG 3kg di wilayah tersebut," kata Andar, Senin‎ (24/9/2018).

Untuk memastikan pasokan LPG 3 kg aman, serta menindaklanjuti isu kelangkaan LPG 3 kg di Temanggung, akibat LPG 3 kg yang diduga digunakan petani untuk omprongan saat panen tembakau, Pertamina menyiapkan penambahan fakultatif guna memenuhi kebutuhan masyarakat sebanyak 18.480 tabung pada periode ini. 

"Sebagai contoh, hari ini diberikan penambahan 1.667 tabung, Sehingga total penyaluran hari ini di Temanggung sebanyak 23.320 tabung dari rata-rata penyaluran normal harian di Kab Temanggung yaitu 21.643 tabung per hari," ujar Andar.(*)