Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 21 September 2018 / 16:23 WIB

Kasus Pembegalan Pendaki, Tersangka Dijerat Pasal Berlapis

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Bagas Aulid Saputra (22) pendaki yang pada Senin (17/9)  melakukan pencurian dan penganiayaan terhadap rekan mendakinya, Lusia Intan Wijayaningsih (17), warga Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Klaten, dijerat dengan pasal berlapis.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, Jumat (21/9) menerangkan, selain melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan, dari hasil penyidikan yang dilakukan, ada indikasi bahwa tersangka juga mempunyai niat membunuh korban. Selain melakukan pencekikan dan pemukulan dengan batu, upaya tersebut  itu terlihat dari luka sayatan pisau di pergelangan tangan korban.

BACA JUGA :

Pura-pura Mati, Pendaki Selamat Dari Pembunuhan

Prasasti Brawijaya Moksa Ikon Wisata Baru Pendakian Lawu

Tersangka sendiri baru berhenti menganiaya setelah terkecoh karena korban pura-pura mati. “Motif masih kita dalami. Kemungkinan tak hanya pencurian dengan kekerasan, tapi juga ada upaya percobaan pembunuhan,” terang Kapolres.  

Menimbang korban masih di bawah umur, lanjutnya, tersangka akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Saat diwawancarai wartawan, tersangka Bagas mengaku tindakan yang dilakukannya karena ingin menguasai sepeda motor yang dimiliki korban. Niat tersebut muncul dalam perjalanan pulang usai melakukan pendakian. “Saya pingin punya motor matic. Baru terpikir saat sampai di Boyolali,” kata warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel tersebut.

Sementara pisau yang ia gunakan untuk menyayat pergelangan tangan korban, akunya, merupakan pisau peralatan pendakian. “Setelah menganiaya, saya hanya membawa motor dan handphone saja. Sementara tas carriernya saya buang di sekitar lokasi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka dan korban pertama bertemu saat mendaki Gunung Andong, Magelang, pada April lalu.  Setelah perkenalan berlanjut, keduanya bersepakat mendaki Gunung Slamet berdua dan bertemu dan berangkat berboncengan dari Kota Solo pada Kamis (13/9) pekan lalu. Sekitar waktu maghrib saat melintas di Boyolali dalam perjalanan pulang usai melakukan pendakian, tersangka melakukan niatnya merampas barang korban. 

Dia membelokkan kendaraan ke perladangan warga di wilayah Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo dan melakukan penganiayaan dan perampasan. Tersangka baru berhenti melakukan penganiayaan dan kabur setelah terkecoh karena korban pura-pura mati. Pada Selasa (18/9), tersangka berhasil dibekuk oleh Satreskrim Polres Boyolali di wilayah Mertoyudan, Kabupaten Magelang. (Gal)