Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 19 September 2018 / 11:08 WIB

MUI Pusat : Imunisasi Hukumnya Wajib

JAKARTA, KRJOGJA.com - Vaksin Measles Rubella (MR) telah mendapat fatwa boleh dari MUI, tetapi mengimunisasikan anak agar tidak terkena campak dan rubella adalah kewajiban orang tua.

"Wajib, hukumnya kata Ma'ruf Amin. Untuk mencegah dan menghilangkan bahaya hukumnya wajib. Apalagi bila kondisi sudah dinyatakan darurat," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin,didampingi Menkes Nila Moeloek, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Obat dan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani dan Direktur Utama Biofarma Rahman Roestan di Jakarta,Selasa (18/9 2018)petang.

Menurut Ma'ruf, yang menyatakan Indonesia darurat campak dan rubella bukanlah MUI, melainkan Kementerian Kesehatan. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, Kementerian Kesehatan adalah pihak yang berkompeten dan berwenang menyatakan status darurat campak dan rubella.

"Bagi MUI, selama ada data dan bukti yang cukup, maka percaya dengan Kementerian Kesehatan. Yang kita sayangkan adalah yang tidak percaya pada Kementerian Kesehatan," tuturnya.

Ma'ruf mengatakan yang selama ini tidak percaya pada Kementerian Kesehatan kemungkinan karena kurang pemahaman saja. Yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada mereka sehingga ketidakpercayaan terhadap Kementerian Kesehatan bisa dihilangkan.

Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan fatwa vaksin MR boleh digunakan selama belum ada vaksin sejenis yang halal. Ma'ruf mengatakan hal itu sama dengan vaksin meningitis yang digunakan sebelum umat Islam berhaji. "Dulu Arab Saudi mewajibkan jamaah haji diimunisasi meningitis. Akhirnya vaksinnya diperbolehkan meskipun belum ada yang halal," katanya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek meminta kepada kepala daerah untuk mendorong pelaksanaan imunisasi campak dan rubella (MR) agar para orang tua mau mengimunisasi anaknya. "Saya kira kita nggak ingin anak kita cacat atau meninggal. Jadi kita mengimbau, mendorong kepala daerah membantu masyarakatnya melakukan imunisasi," katanya. (Ati)