DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 18 September 2018 / 15:35 WIB

Hadirkan “Bregada Drone”, Padmanaba Kembali Gelar FBN 2018

YOGYA, KRJOGJA.com - Keluarga Besar Alumni (KBA) SMN Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba) kembali menggelar Festival Bregada Nusantara (FBN) Minggu (23/9/2018) mendatang. Festival yang mengambil tema Nyawiji Nguri-Uri Makmuring Negeri” ini tampil berbeda dari tahun sebelumnya di mana penyelenggara memilih rute kirab ikonik yakni di sepanjang Jalan Malioboro.

Ketua Umum FBN 2018 Ema Widiastuti mengatakan event kali ini akan sangat spesial karena adanya atraksi bregada drone yang baru kali pertama ada di dunia. Nantinya, perpaduan teknologi modern dengan kesenian tradisional akan terasa saat robot-robot terbang tersebut melintas di Jalan Malioboro.

“Kali ini kami pilih Jalan Malioboro, mulai start pukul 07.00 dari Taman Parkir Abu Bakar Ali dan finish di Benteng Vredeburg. Spesial kali ini ada eksebishi bregada drone yang baru pertama kali ada di dunia,” ungkapnya pada wartawan dalam temu pers Selasa (18/9/2018).

Dalam event yang kali kedua dilaksanakan ini ada beberapa kategori yang dilombakan yakni Siswa Madya (SMA-SMK Sederajat se-DIY), Pelajar Nusantara dan Bregada Alumni Padmanaba. “Seluruh peserta diperkenankan berkreasi untuk kostum dan gaya, nanti mereka tampil di depan Vredeburg,” ungkapnya lagi.

FBN 2018 yang diselenggarakan di sepanjang Jalan Malioboro dan diikuti lebih dari 1000 peserta diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan yang tengah berada di Yogyakarta. “Total 30 sekolah ikut serta dalam FBN 2018, kami berusaha mengkolaborasikan antara budaya dengan teknologi agar anak-anak muda milenial kami semakin peduli budaya, semoga setelah ini anak-anak milenial merasakan betul untuk menyukai budaya,” lanjutnya.

Ari Wulu, Creative Director FBN 2018 menambahkan dibuatnya bregada drone merupakan bentuk inovasi penyelenggara untuk mengembangkan kebudayaan. Menurut dia, Yogyakarta adalah kota seni budaya yang juga kawah candradimuka bagi kaum muda Indonesia.

“Kami berharap bregada drone ini sedikit menggambarkan bahwa Yogyakarta selalu berinovasi, mengkolaborasikan kebudayaan dengan teknologi. Bentuknya bregodo tapi dikendalikan dengan remote yang tujuannya mengembangkan kebudayaan untuk semakin dikenal. Penasaran seperti apa bregada drone, silahkan datang Minggu pagi nanti,” tandasnya.

Bregada drone tersebut menurut Ari merupakan bentuk kemerdekaan cipta, rasa dan karsa manusia dalam mengembangkan seni budaya. Pihak penyelenggara pun mempertimbangkan berbagai hal termasuk keamanan bagi penonton serta perijinan udara.

“Akan ada puluhan drone yang kami berharap bisa mencengangkan nantinya. Mereka akan ada dalam barisan bregada seperti lainnya, tapi akan menarik lah,” pungkas Ari.

Ketua I KBA Padmanaba Triyanto, mengatakan untuk mengakomodasi kreativitas 30 peserta dari tingkat Madya, penyelenggara memberikan uang pembinaan Rp 2,5 juta sebagai insentif. KBA Padmanaba menurut dia terus akan mengakomodasi pengembangan seni budaya terutama membuat anak-anak milenial peduli lebih dalam.

“Kami akan lakukan live streaming untuk FBN 2018 agar nantinya siapapun yang tak dapat menyaksikan di lokasi bisa menyaksikan melalui perangkat masing-masing. Budaya dipadukan dengan teknologi, kami berharap bisa menginspirasi,” pungkasnya. (Fxh)