DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 15 September 2018 / 22:11 WIB

Tim Pembela Siap Memproses Hukum, Penghina Presiden

Seknas Jokowi Kota dan Sleman Dibentuk

YOGYA, KRJOGJA.com - Seknas Jokowi Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dibentuk dan dideklarasikan di Joglo Kopi, Sorowajan Yogyakarta, Sabtu (15/9/2018). Para relawan anggota Seknas Jokowi ini siap memenangkan Pasangan Capres dan Cawapres, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019 mendatang. Selain deklarasi Seknas Jokowi Kota dan Sleman, juga dibentuk Tim Pembela Jokowi (TPI) DIY. Sebelum ini Seknas Jokowi Bantul telah terbentuk.

Ketua Seknas Jokowi DIY Fachim Fahmi SH berharap, para relawan turut andil berkontribusi dalam wadah ini secara terstruktur dan terorganisir. Apalagi dengan terpilihnya Erick Tohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), bakal menambah semangat militan para relawan. "Diharapkan relawan melakukan kegiatan nyata bersama warga, melakukan pemberitaan via dunia maya. Itu penting untuk mewaspadai gerakan kubu sebelah yang kian garang dan masif di media sosial," terang Fahmi disela deklarasi.

Sekjen DPN Seknas Jokowi, Dedy Mawardi SH mengatakan, hingga saat ini telah terbentuk 140 organisasi relawan Seknas Jokowi se-Indonesia. Dedy berharap, setelah dibentuknya Relawan Seknas Jokowi tingkat propinsi, kabupaten/kota, segera disusul pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.

Ketua Tim Pembela Jokowi DIY, Erlan Nopri SH MHum mengatakan, tindakan/sikap tidak terpuji dan tidak beretika berupa penyebaran berita bohong (hoax) yang menjurus merendahkan hak dan martabat Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa, mulai marak belakangan ini. Hal ini melanggar hukum, karena Presiden adalah simbol dan kewibawaan negara yang harus dijaga bersama.

Untuk itu, Tim Pembela Jokowi DIY yang terdiri para advokat akan melakukan pemantauan di media, tentang segala informasi yang mengancam kehormatan Presiden Jokowi. Kemudian akan melakukan langkah hukum yang diperlukan terhadap orang dan atau sekelompok orang yang berusaha merendahkan wibawa Presiden. "Kami berkomitmen melakukan tindakan dalam koridor hukum guna mempertahankan, melindungi, dan menjaga martabat Presiden Jokowi," katanya. (Dev)