Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Selasa, 11 September 2018 / 07:30 WIB

Hisap Rokok atau Vape di Dalam Mobil Berbahaya, Ini Alasannya

ROKOK jenis elektrik atau biasa disebut vape kini semakin banyak dipakai kaum urban. Mereka menganggap, vape atau vaping, tidak berbahaya bagi kesehatan jika dibandingkan rokok kretek yang hingga saat ini jamak ditemukan toko.

Hanya saja, merokok kretek atau vape akan sangat berbahaya jika dilakukan di dalam mobil.

Seperti dilansir Hyundai Indonesia, asap atau uap yang dihasilkan vape cukup tebal. Meskipun asap atau uap ini cepat menghilang, namun tetap saja bisa mengurangi konsentrasi saat menyetir.

Seperti diketahui kehilangan konsentrasi ketika mengemudi berisiko mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini karena visibilitas pengemudi akan terganggu oleh asap atau uap yang dihasilkan vape.

Vaping memang hanya menghasilkan asap atau uap saja. Akan tetapi, kaca jendela harus dibuka. Tentunya agar ada sirkulasi udara yang masuk. Dengan begitu, asap atau uap yang dihasilkan akan lebih cepat menghilang.

Dengan vaping dalam keadaan jendela tertutup juga dapat membuat kaca mobil Anda berkabut. Hal ini disebabkan karena residu dari uap yang dihasilkan vape menempel pada kaca mobil.

Sementara itu, untuk rokok kretek, pengemudi wajib membuka kaca jendela untuk membuang abu rokok. Ketika membuang asap atau abu rokok ini jelas juga sangat berbahaya  bagi pengendara di belakang.(*)