DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 30 Agustus 2016 / 16:28 WIB

SIDANG ‘GAFATAR’

Perekrut dr Rica Dituntut 7 Tahun

SLEMAN (KRjogja.com) - Perekrut dr Rica Tri Handayani masuk ke Gafatar, Ep dan Vn dituntut 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Johan Iswahyudi SH. Kedua terdakwa dinilai telah melanggar 328 KUHP karena melakukan penculikan dan meresahkan masyarakat.

"Penculikan itu dilatarbelakangi karena ormas terlarang, yakni Gafatar. Selain itu, perbuatan kedua terdakwa itu juga telah melanggar norma kesusilan dan telah membuat masyarakat resah. Bahkan dapat memecah belah umat dan bangsa," ungkap jaksa di depan majelis hakim yang diketuai Ninik Hendras Susilowati SH MH di PN Sleman, Selasa (30/08/2016).

Setelah mendengarkan tuntutan dari jaksa, kedua terlihat syok. Terdakwa Vn dan orang tuanya terlihat menangis di dalam ruang sidang. Bahkan saat dibawa keluar sidang, kedua terdakwa masih dirangkul orang tuanya.

Dalam pertimbangan hukumnya, dr Rica menjadi korban perekrutan eksodus ormas Gafatar yang dilakukan oleh kedua terdakwa. Awalnya korban menolak untuk diajak, namun setelah dibujuk-bujuk dan diberikan ayat-ayat suci Alquran, akhirnya korban ikut eksodus.

Akhirnya 30 Desember 2015, korban bersama anaknya berusia 5 bulan dan kedua terdakwa serta 20 orang lebih terbang ke Pontianak dengan kondisi nomor Hp dihilangkan  dengan tujuan tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga. Setelah sampai di Pontianak dilanjutkan ke Mempawah menggunakan bus. Setelah bermalam beberapa hari, rombongan menuju ke Pangkalan Bun.

Setelah tinggal sekitar seminggu, korban diberitahu bahwa dicari-cari keluarga. Pihak keluarga tetap mendesak akan menjemput korban. (Sni)