DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 08 September 2018 / 07:11 WIB

Mendapat Perhatian Warga, Gebyar Batik Kulonprogo Dibuka

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Gebyar Batik Kulonprogo tahun 2018 sebagai salah satu rangkaian acara Jogja International Batik Bienalle (JIBB) 2018 dibuka Jumat (07/09/2018) di ruas jalan Alun-alun Wates. Dalam acara ditampilkan pula berbagai desain dalam lomba desain batik dan peragaan busana batik oleh pejabat di lingkungan pemkab serta lainnya. 

Gebyar Batik Kulonprogo, Road to JIBB 2018 digelar mulai 7 hingga 9 mulai pukul 10.00 sampai 21.00 setiap harinya. Kegiatan diantaranya bazar batik, lomba desain dan fashion, batik exhibition, fashion show, workshop "ayo membatik" dan talkshow. Bazar diikuti 75 perajin batik di DIY yang sebagian besar adalah dari Kulonprogo menampilkan berbagai khas batik masing-masing perajin.

Wakil Ketua Dekranasda DIY GKBRAy Adipati Pakualam di sela-sela pembukaan menyatakan penyelenggaraan JIBB di empat kabupaten dan satu kotamadya se-DIY, adalah konsekuensi Yogyakarta karena sudah ditetapkan sebagai kota kerajinan batik dunia. Melalui acara ini, diharapkan batik DIY bisa lestari, hingga bisa mempertahankan ikon DIY berupa predikat Jogja World Batik City. "JIBB, adalah ajang evaluasi perkembangan batik di masing-masing wilayah, dan sebagai referensi evaluasi Jogja World Batik City untuk melihat dampak kota batik dunia," ujarnya.

Sementara baik Wabup Sutedjo dan Kadinas Perindag DIY Drs Tri Saktiyana MSi menyatakan event ini selain untuk melestarikan budaya batik di DIY khususnya dan Indonesia pada umumnya, juga dalam upaya membangkitkan sektor perekonomian, pariwisata, dan budaya. "Berharap momen ini menjadi kekuatan budaya dan ekonomi masyarakat Kulonprogo khususnya dan DIY umumnya, sehingga terjadi peningkatan produksi dan penjualan. Pada gilirannya akan mendorong berkembangnya sektor industri kecil dan menengah batik di Kulonprogo, dan Kabupaten/Kota di DIY," ucap Sutedjo.

Sutedjo juga bersyukur dan bangga, karena Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia oleh World Craft Council (WCC). Ini hendaknya menjadi motivasi bagi para perajin batik untuk terus berkreasi, berkarya, dan mengembangkan usahanya menembus pasar global.(Wid)