DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 05 September 2018 / 14:37 WIB

Revisi Permen LKH, Penangkar Burung Lega

BANTUL, KRJOGJA.com - Kebijakan pemerintah merevisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tentang Satwa dilindungi sebagai bukti pemerintah mendengar keluhan masyarakat. Setelah revisi itu kelesuan pasar burung berkicau di DIY  diharapkan kembali bangkit.

Sebelumnya pemerintah menerbitkan Permen LHK nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM 1/6/18 tentang jenis satwa dan tumbuhan dilindungi.  Sesuai Permen, penangkar murai batu dan cucak rowo dan jalak suren harus mengantongi izin, jika tidak mau usahanya dianggap ilegal.

Baca juga :

Satgas 115 Temui Nelayan Penangkap Kepiting

Polemik Kepiting 2,7 Kg, Begini Reaksi Mina Samudra Samas

"Yang jelas seluruh kicau mania bersyukur, artinya yang kita takutkan selama ini kan payung hukum Permen yaitu UU no 5 th 1990. Setelah itu pemerintah melakukan revisi, Selasa (04/09/2018) malam dengan mengeluarkan cucak rowo, murai batu serta jalak suren dari Permen 20, artinya suara kami  didengar pemerintah," ujar Ketua Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN), Agus Sihnugroho, Rabu (05/09/2018).

Permen itu jika tidak direvisi, dampaknya bagi pelaku usaha burung berkicau sangat terasa. Karena sejak Permen diterbitkan, masyarakat enggan membeli anakan dari peternak sekadar dipelihara.

Mereka khawatir peliharaanya dianggap ilegal oleh pemerintah. Karena Permen tersebut memicu keresahan penggemar burung kicau di seantero negeri. “Baru  awal penerbitan Permen saja pasar burung berkicau sudah lumpuh, apalagi jika sudah diberlakukan, tentu makin terpuruk usaha burung kicau ini,” ujarnya.

Perjuangan dari APBN dan Murai Bantu Bantul (MBB) memang sudah berhasil, cucak rowo, jalak suren serta murai batu keluar dari Permen. “Kami juga masih berjuang agar pleci, cucak ijo juga bisa keluar dari Permen itu,” kata Agus.

Karena daya ungkit dari sektor penangkaran burung sangat menjanjikan. Meski revisi telah dilakukan, Agus menyadari jika pasar kicau yang terlanjur ambruk butuh waktu supaya kembali pulih. APBN bakal kembali mensosialisasikan kepada warga jika Permen 20 sudah direvisi, sehingga  cucak rowo, jalak suren dan murai batu bisa ditangkarkan dan dibudiayakan. (Roy)