Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 03 September 2018 / 12:41 WIB

Petani dan Nelayan Sulit Dapatkan Solar Bersubsidi di Solo Raya

SOLO, KRJOGJA.com - Pasokan  Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dirasakan mulai dikurangi di sejumlah  Stasiun Pengisian  Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah  Solo Raya.  Akibatnya para petani dan nelayan yang akan mengoperasikan mesin dieselnya terhambat.

Sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di beberapa SPBU di wilayah Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten  itu diungkapkan  salah satu LSM Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara Republik Indonesia (LAPAAN-RI).

Baca

Pertamina Jamin Ketersediaan Produk Solar di Seluruh SPBU Solo Raya

Kusumo Putro mengatakan kelangkaan BBM jenis solar ini mulai dirasakan sejak awal bulan Agustus lalu. Dari data konsumsi keseharian SPBU yang di peroleh LAPAAN-RI, rata-rata SPBU menjual tiga  kilo liter per hari. Sedangkan jatah yang kini diberikan oleh Pertamina untuk SPBU hanya delapan  kilo liter per 3-4 hari.

"Pihak Pertamina juga telah memberitahukan kepada sejumlah SPBU,  bahwa stok pengiriman solar hingga beberapa hari kedepan akan berkurang dari biasanya. Jika jatah biasannya sebanyak delapan  ton solar per SPBU , namun hari ini belum diketahui berapa jatah tiap SPBU yang akan diberikan Pertamina,"papar Kusumo kepada wartawan  di Solo,  Senin (3/9/2018).

Kusumo menilai Pertamina seolah-olah akan mengulangi saat hilangnya BBM jenis Premiun beberapa waktu lalu. " Beberapa SPBU dilarang Pertamina untuk    memasang pengumuman solar habis. Kalau dibiarkan kasihan petani atau nelayan juga pengusaha transportasi karena tidak bisa mengoperasikan mesin traktor bagi petani dan mesin motor tempel bagi nelayan serta mobil bermesin diesel yang hanya bisa berfungsi kalau ada pasokan jenis BBM , solar," ujar Kusumo seraya menambahkan masyarakat yang biasanya bisa memperoleh solar bersubsidi dengan harga Rp 5.000 per liter tentu berkeberatan bila disuruh beralih ke solar industri jenis dexlite seharga Rp 9.000 per liter atau solar jenis pertamina dex yang harganya Rp 10.500 setiap liternya.

KRJOGJA.com yang melakukan pengecekan setidaknya ada sejumlah SPBU yang  kehabisan solar namun belum dipasok lagi oleh Pertamina. SPBU yang sudah habis solarnya diantaranya  SPBU Tempel, SPBU Sekarpace, dan SPBU Jalan Ir Sutami dekat Tiongting, Solo. Selain itu  ada  dua SPBU yaitu SPBU Palur dan SPBU Pucangsawit juga kehabisan BBM jenis  solar.

Kelangkaan pasokan solar ke SPBU yang berimbas pada dibatasinya penjualan solar di SPBU, dibenarkan oleh, Fahrudin, mandor dari SPBU Tempel nomer 4457509. Menurut Fahrudin, saat ini posisi solar di SPBU miliknya sudah tidak ada. Dimana, mulai 1 September, sistem kitir (penjatahan) mulai diberlakukan. (Hwa)